10 Risiko Fatal Jika Anda Kurang Tidur
10 Risiko Fatal Jika Anda Kurang Tidur

IDNews.co.id – Hampir semua orang sempat alami kurang tidur. Beragam alasan dituduh jadi penyebab utama. Tak tahu itu karena banyak pikiran, pekerjaan menumpuk, kondisi mental, cuaca, atau karean lingkungan. Di bagian lain sebagian orang mengeluh kalau mereka cuma tidur sepanjang lebih dari satu jam semalam. Tak tahu itu cuma dua atau tiga jam saja.

Kebanyakan orang segera dapat rasakan dampak negatif karena kurang tidur meskipun cuma baru lewatkan satu malam saja. Kelelahan, semisal. Namun, tanda ini tidaklah hal terburuk yang dapat terjadi pada Anda dengan melupakan jam tidur yang bernilai. Hal yang seringkali tidak diakui yaitu kalau kurang tidur dapat berakibat fatal, serta celakanya itu tidak membutuhkan saat lama.

Randy Gardner, seorang warga Amerika, tidak yakin kalau tidur itu dibutuhkan. Oleh karena itu ia melakukan eksperimen sendiri dengan tetap terjaga sepanjang 11 hari 24 menit, tanpa ada memakai obat-obatan, alkohol, atau bahan stimulan yang lain. Namun, selanjutnya dia mesti menyerah, dikarenakan alami paranoia, halusinasi, serta banyak fenomena medis yang lain.

Apakah Anda belum meyakini kalau tidur pulas yaitu satu keharusan?

Baiklah Sahabat Populer, berikut ini kami telah buat daftar yang diisi 10 risiko fatal yang dapat Anda alami karena kurang tidur. Silakan dibaca hingga usai. Jangan lupa di-share kalau Anda senangi.

10. Kecelakaan mobil

Penelitian menunjukkan bahwa pengemudi yang kurang tidur memiliki persepsi yang baik mengenai risiko yang mereka ambil, namun nyatanya lebih berbahaya jika mengemudi dalam keadaan kurang tidur dibanding dalam keadaan mabuk! Perbedaannya adalah pada persepsi; Orang yang minum banyak alkohol hingga mabuk tahu bahwa mereka mabuk. Sedangkan orang yang kurang tidurbiasanya terlambat menyadari resiko ini, dan akhirnya kejadian mengerikan itupun benar-benar terjadi.

9. Kinerja otak tidak efisien

Penelitian menunjukkan bahwa orang-orang yang kurang tidur memompa sejumlah besar darah ke korteks prefrontal (otak dahi yang digunakan untuk berpikir dan perilaku sadar). Alasannya, karena otak Anda bekerja sangat keras untuk mengatasi efek kurang tidur. Dan semua energi itu terkuras hanya untuk pekerjaan itu saja, hanya untuk menjaga kesadaran Anda tetap terjaga. Padahal kenyataannya banyak energi yang terbuang percuma, meski Anda menganggap bahwa Anda telah menang beberapa jam karena tidak tidur!

8. Mengacaukan ingatan jangka pendek (short-term memory)

Memori aktif Anda, dengan rentang waktu yang sebenarnya hanya beberapa detik sampai beberapa menit, perlu tidur. Tanpa tidur, Anda bahkan tidak bisa mengingat beberapa nomor, apalagi mengingat nomor telepon. Persepsi tidak selalu tersimpan secara langsung dalam ingatan jangka panjang, tapi selalu melalui memori jangka pendek terlebih dulu.

Pada awalnya Anda sedikit bingung dan sulit mengingat angka, tapi dengan mudah benar-benar lupa. Randy Gardner (orang yang menguji dirinya sendiri yang kita sebut di awal tadi) ditanya pada hari kesebelas eksperimennya, tentang berapa jumlah angka jika dikurangi 7 berulang kali. Ia harus berhenti pada angka 65, karena dia tidak tahu apa yang sedang dilakukannya.

7. Memori jangka panjang (long-term memory) juga hilang

Otak kita butuh tidur untuk berintegrasi, menata, dan mengolah segala sesuatu yang kita alami pada masa lalu. Selain itu, otak memperkokoh ingatan tentang semua hal yang kita pelajari pada saat kita tidur. Kurang tidur sangat mengganggu proses ini, yang berarti sulit untuk mengingat kenangan jangka panjang dan lebih sulit untuk mempelajari keterampilan baru.

Otak memasukkan semua pengalaman kita ke tempat seharusnya pada saat kita tidur. Jika kita tidak mendapatkan jam tidur yang kita butuhkan, hal itu tidak bisa dilakukan. Jadi, jangan pernah berpikir untuk mencoba mempelajari sesuatu jika Anda kurang tidur. Apalagi kalau menyangkut ketrampilan, lupakan saja.

6. Tak memiliki atensi sama sekali

Orang dalam keadaan terjaga sangat baik dalam memperhatikan dan waspada terhadap lingkungannya. Kita bisa merasakan atau mendengar gerakan terkecil jika kita mau. Namun, kekurangan jam tidur akan menghancurkan semua kekuatan super ini.

Kurang tidur akan membuat kita sedikit tuli, bodoh, dan buta terhadap hal-hal yang terjadi di sekitar kita. Tentu saja tidak secara harfiah. Anda masih terus melihat semua hal di sekeliling Anda, tapi Anda hampir tidak memperhatikannya. Anda benar-benar tidak dapat berkonsentrasi atau memusatkan perhatian. Anda hanya bisa merespons secara naluriah pada sinyal tertentu, dan bahkan itu pun sangat sulit. Oleh karena itu, orang yang kurang tidur sering merasa jauh sendiri dan terganggu dengan lingkungan sekitarnya.

5. Sama sekali tak mampu membuat perencanaan

Setelah sekitar 36 jam tidak tidur, kemampuan Anda untuk merencanakan dan mengkoordinasikan waktu benar-benar sudah melemah. Pengujian telah menunjukkan bahwa sebagian besar otak yang menangani penjadwalan, memulai, dan menyelesaikan, telah berhenti bekerja, setelah beberapa hari kurang tidur. Itulah sebabnya orang yang kurang tidur tetap berada dalam lingkaran perilaku tertentu, dan terus mengulangi tindakan yang sama, atau terus berjalan dalam keragu-raguan, daripada membuat keputusan.

Misalnya, Anda inging membeli roti di supermarket. Sebagian besar dari kita tidak membutuhkan waktu lama untuk memperhatikan, berpikir, dan membuat keputusan membeli. Ada yang memperhatikan konten kalori, jumlah takaran, atau melihat tanggal kadaluarsa. Namun bagi orang yang kurang tidur membutuhkan waktu beberapa menit untuk memperhatikan, berpikir, dan membuat keputusan membeli. Bisa Anda bayangkan hanya berbelanja roti akan memakan waktu 10 menit, bagaimana jika dia harus berbelanja 20 produk.

4. Kembali kepada kebiasaan sebelumnya

Jika Anda tidak lagi bisa membuat keputusan, maka Anda kembali pada kebiasaan-kebiasaan sebelumnya. Hal ini terbangun di dalam pola pikir Anda secara otomatis, dan karena itu memerlukan sedikit intervensi dari korteks prefrontal Anda (lihat nomor 9). Jadi, kebiasaan adalah satu-satunya yang bisa Anda lakukan.

Orang yang kurang tidur hampir bisa dipastikan lebih banyak memakan makanan cepat saji, mereka kembali pada kebiasaan lama (merokok) dan umumnya tidak dapat berpikir tetnang konsekuensi dari tindakan ini.

3. Tidak memahami risiko

Penelitian menyatakan bahwa kurang tidur memiliki efek pada tingkat pemahaman Anda terhadap risiko. Hal ini sangat berkaitan. Semakin sedikit Anda tidur semakin tak mampu Anda menghitung risiko. Dengan kata lain, ketakutan terhadap risiko Anda berkurang. Inilah salah satu alasan mengapa Anda berpikir bahwa Anda bisa menyetir setelah dua malam tidak tidur.

Hal ini telah dilakukan penelitian pada para pemain kartu yang bermain hingga larut malam, dan tidak cukup tidur. Para pemain ini tampaknya tidak dapat bermain seperti yang mereka harapkan. Pada saat mereka seharusnya menyerah, mereka malah tetap bermain dengan cara yang bodoh.

2. Sel-sel otak sekarat

Penelitian dengan menggunakan tikus telah menunjukkan bahwa setelah lama tidak tidur, sekitar 25% sel otaknya berhenti bekerja. Dan akhirnya mereka mati. Penelitian lain telah menunjukkan bahwa kurang tidur mengurangi integritas bagian otak Anda yang putih. Ini tidak akan segera berakibat fatal, tapi tentu tidak sehat sama sekali!

1. Mania

Awalnya mungkin Anda berpikir bahwa Anda baru saja mengalahkan kebutuhan tidur, karena tidak merasa lelah meski kurang tidur. Tapi tanpa Anda sadari sebagian besar fakta yang terdapat pada nomor-nomor di atas mungkin terjadi pada Anda. Anda mungkin tiba-tiba merasa memiliki energi yang besar dan dorongan untuk banyak bicara dan terus berbicara. Padahal, bagaimana mungkin semua itu merupakan hal positif dalam. Mania di sini lebih kurang merupakan sebutan untuk banyak gejala. Seperti psikosis, paranoia, halusinasi, agresi dan sebagainya. Dengan kata lain, Anda mengalami kerusakan mental. Tentu saja hal itu sangat tidak menyenangkan untuk dialami. (ndi)

LEAVE A REPLY