Ilustrasi mengemudi. Foto: Tribunnews.com

IDNEWS.CO.ID – Kantuk menjadi hal yang tidak dapat dihindarkan saat tengah mengemudi. Kelelahan yang berlebihan membuat kantuk menyerang pengemudi.

Berkendara dalam kondisi mengantuk pasti beresiko. Obat kantuk sebetulnya cuma satu, yakni tidur.

Tetapi, Sony Susmana, Director Training Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), punya trik mengusir kantuk. Paling tidak langkah tersebut dapat menunda rasa kantuk yang menyerang saat mengemudi.

“Ada dua cara yang perlu dikerjakan agar konsentrasi nyetir tanpa capai selain istirahat. Pertama ia mesti lakukan commentary driving,” kata Sony.

Commentary driving ini sama saja dengan ngomong sendiri. Ini dapat dilakukan jika detikers berkendara seseorang diri tanpa rekan bercakap di dalam mobil.

“Itu (commentary driving) menangkap objek di sekeliling kendaraan, objek itu kita sebutin. Cara ini biasa dikerjakan orang-orang di pertambangan,” tutur Sony.

Apapun yang dilakukan pengemudi maka disebutkan saja dengan ngomong sendiri. Contohnya, memasuki kendaraan, memakai seatbelt dan sebagainya bisa disebut secara lisan sambil dilakukan.

“Menyebutkan dari titik awal sampai titik selanjutnya mulai pakai safety belt, memberi tahu di sini ada P3K, disebutin semuanya. Masuk gigi satu, awas di depan ada pohon, ada tikungan nyalain sein kanan, spion kiri aman, spion kanan aman, tengah aman, depan kosong, aman. Terus ia sebutin satu per satu sampai ia tiba di tujuan. Iya ngomong sendiri,” jelas Sony.

Cara kedua selain commentary driving yaitu dengan memalingkan mata. Waktu mengemudi, semestinya mata bukan sekedar konsentrasi satu titik di depan yang menyebabkan mengantuk lama-kelamaan.

“Jika lihat depan selalu lama-lama perih, ngantuk. Mata harus bergerak. Lihat depan, lihat spion, lihat indikator,” kata Sony.

Selain dua cara itu, istirahat tetap harus dilakukan dalam waktu-waktu tertentu. Misalnya, setiap 2 jam sekali berkendara detikers dapat beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan.

“Rata-rata kecelakaan ini masalah fatigue (kelelahan), karena orang tidak memperhitungkan waktu istirahat. Ia gaspol terus, kita tidak pernah tahu lemahnya di mana,” ucap Sony merekomendasikan agar beristirahat secara rutin selama perjalanan panjang. (ndi)

LEAVE A REPLY