Striker Leicester City, Jamie Vardy, rayakan gol ke gawang Southampton

IDNEWS.CO.ID – Duduk di tempat kedua klasemen sementara Premier League semestinya bukan masalah mudah, apalagi jika itu dilakukan oleh club dengan scuad yang tidak punyai banyak pemain top.

Namun Leicester City melakukannya. Mereka mengekori Liverpool yang berubah menjadi puncak. Punyai pencapaian 35 poin, The Foxes terpaut delapan angka dengan The Reds.

Lalu apa yang berubah menjadi kunci Leicester dapat melejit sampai kini dan siap berpeluang ulangi narasi sukses di 2016 yang lalu?

Pertama tentu saja merupakan sentuhan dari Brendan Rodgers sebagai eksekutif. Masuk sejak Februari 2019 lalu, secara perlahan-lahan ia mengubah cara bermain club, memercayakan perebutan bola dan melakukan pressing ketat pada musuh.

Kedua, Leicester punyai pertahanan baja. Mereka saat ini terdaftar sebagai club Premier League sekurang-kurangnya kecolongan, sembilan gol dalam 15 laga. Duet bek tengah Caglar Soyoncu dan Jhonny Evans merupakan pilar utama. Mereka disokong oleh ganda bek sayap, Roberto Pereira dan Ben Chilwell.

Ke-tiga, faktor Jamie Vardy sebagai mesin pencetak gol. Pemain ini seperti menemukan ketajamannya . Di umur 32 tahun, ia makin masak untuk dipercaya sebagai striker tunggal. 14 gol dicatat sampai kini dan berubah menjadi top skor sementara. (ndi)

LEAVE A REPLY