Ilustrasi mengingat kematian. Foto: Majalah Madani

IDNews.co.id – Umumnya orang suka melupakan masalah kematian atau bahkan kita sekalipun tidak ingat kalau satu saat kelak akan mati. Sadarilah kalau hidup di dunia ini tidak lama dan setiap makhluk bernyawa akan menjumpai ajalnya. Dunia ini sebatas persinggahan sebelum saat menuju alam akhirat yang abadi.

Jadi benar-benar mutlak setiap waktu kita senantiasa mengingat kematian. Karena dengan mengingat kematian, otomatis akan ingat pada Allah. Begitu, kita bakalan tidak lupa dalam melaksanakan ibadah dan bakalan tidak terbuai oleh kesenangan dunia yang sementara.

Tidak sama dengan orang yang melupakan masalah kematian seakan dia akan hidup abadi. Karakter sesuai sama itu dapat menjerumuskan seseorang dalam perbuatan dosa besar. Oleh karenanya, sudah sepatutnya kita selalu mengingat mati. Ini alasannya!

1. Tidak akan lupa dalam beribadah

Melaksanakan ibadah pada Allah, terutama melakukan sholat lima saat, butuh kekhusyukan saat melakukannya. Jangan asal melakukan saja tapi hati lupa (tidak khusyu) saat melakukan sholat.

Sulitnya khusyu dalam sholat dapat karena sebab banyak hal, satu diantaranya kita sangat memprioritaskan masalah dunia. Mengakibatkan masalah dunia yang jadi masalah akan terambil dalam sholat dan buat sholat kita jadi tidak khusyu.

Dengan adanya banyak mengingat Allah dan sadar kalau kita akan mati, jadi kita akan tidaklah terlalu terbuai oleh masalah dunia. Bayangkan saja jika anda diberitahu kalau besok akan meninggal, apa yang akan anda kerjakan? Tentu anda akan melaksanakan ibadah sekuat tenaga dan repot pikirkan nasib di akhirat kelak. Jadi anggaplah bila anda besok akan meninggal jadi tidak lupa dalam melaksanakan ibadah.

2. Supaya hati tidak membatu

Orang yang hatinya sudah membatu benar-benar sukar terima perkataan dan ajakan kebaikan. Mengakibatkan nampakah karakter sombong dan terasa paling benar jadi malas melaksanakan ibadah pada Allah. Diluar itu, hati yang membatu dapat menyulitkan masuknya hidayah dan panduan dari Allah.

Dengan mengingat kematian, sekurang-kurangnya kita dapat melunakan hati kita yang keras yang senantiasa membangkang perintah Allah. Makin hati lunak jadi makin mudah kita merasakan hadirnya Allah.

3. Menumbuhkan karakter rendah hati

Apa fungsinya kita rajin melaksanakan ibadah tapi tetap sombong, dengki dan suka menilainya kejelakan orang yang lain.. Penyakit hati sesuai sama itu dapat ada karena hati kita keras. Seperti yang sudah dikatakan sebelumnya, mengingat kematian itu dapat melunakan hati, begitu tidak ada saat pikirkan kekeliruan orang yang lain, dan lebih repot pikirkan kekeliruan sendiri.

Lunaknya hati dapat menumbuhkan karakter rendah hati yang benar-benar digemari Allah. Kita akan senantiasa terasa berdosa dimuka Allah tapi tetap haus akan melaksanakan ibadah supaya dapat mendapatkan ampunan dari Allah. Tidak akan ada perasaan sombong bila hati sudah lunak dan kita akan memiliki karakter penyayang pada sesama.

4. Terhindar dari perbuatan dosa

Karena dengan mengingat kematian kita akan mengingat Allah, otomatis kita bakalan tidak berani melakukan perbuatan dosa. Sebab kita akan berpikir apa yang terjadi jika kita saat ini melakukan dosa dan besok meninggal, sudah jelas neraka yaitu tempat kita.

5. Tidak akan memprioritaskan masalah dunia

Orang yang menomorsatukan masalah dunia dibandingkan dengan akhirat, tentu dia akan celaka jika tidak segera bertobat. Kita dapat terlena dalam hal dunia karena kita dengan tidak sadar melupakan masalah kematian dan terasa hidup akan abadi. Bila sangat mementingkan dunia, tentu akhirat akan dilupakan.

Banyak orang yang ikhlas menggadaikan akidahnya untuk setumpuk harta, beberapa orang yang melakukan korupsi dan menghalakan semua dengan untuk mendapatkan kekayaan dunia karena mereka terasa hidup akan abadi. Ketika tiba ajal, baru mereka akan menyesal.

Ingatlah kematian supaya kita tidak memprioritaskan dunia dan lebih mengutamakan masalah akhirat. Jangan takut miskin bila kita menomorsatukan akhirat karena dunia bakalan tidak ketinggal sebab kita masih hidup di dunia ini. Dunia akan ikuti orang yang memprioritaskan akhirat seperti kambing yang ikuti gembalanya.

Mari kita keduanya sama meningatkan iman dan taqwa kita pada Allah sebelum saat disholatkan dan dimasukan dalam liang lahat. (ndi)

LEAVE A REPLY