IDNEWS.CO.ID – Jumlah orang yang dinyatakan positif virus corona atau COVID-19, meroket di seluruh dunia. Amerika Serikat mengonfirmasi kasus yang mencapai 35 ribu orang, sementara di Italia, korban tewas mencapai 5476 jiwa, lalu di Spanyol dihantam dengan 1813 kerugian. Sementara di Indonesia, data 23 Maret 2020 menunjukkan, 579 kasus Corona COVID-19, dengan jumlah pasien meninggal dunia 49 orang, sedangkan pasien yang sembuh sudah ada 30 orang.

Dengan angka yang fantastis tersebut, mengendalikan pandemi menjadi PR terbesar, terutama bagi para petugas medis yang berada di barisan paling depan. Potret memilukan berikut ini membuktikan bahwa mereka telah berjuang keras memerangi pandemi ini. 

Beberapa tenaga medis mengunggah foto wajah mereka yang dipenuhi memar karena terlalu lama menggunakan Alat Pelindung Diri  atau APD. Di sisi lain, ada petugas medis yang bekerja tanpa peralatan yang layak dan mempertaruhkan nyawa. Sungguh, pengorbanan yang luar biasa. Berikut rangkumannya yang dikutip dari Boredpanda

Memar di wajah setelah 13 jam bekerja di ICU
Nicola Sgarbi, mengunggah foto selfie dirinya di Facebook, dengan luka di bagian pipi dan hidung. Nicola mengaku, luka tersebut didapat setelah dirinya 13 jam berada di ICU dan melepas semua Alat Pelindung Diri (APD).

“Aku tidak suka selfie. Kemarin, saya mengambil foto ini. Setelah 13 jam di ICU setelah melepas semua perangkat pelindung saya, saya selfie. Saya tidak merasa seperti pahlawan. Saya adalah orang biasa, yang mencintai pekerjaan saya. Dan sekarang lebih dari sebelumnya, saya merasa bangga melakukannya dengan berdiri di garis terdepan bersama dengan orang-orang luar biasa lainnya (dokter, perawat, oss, teknisi, pembersih),” tulis dia. 

Dokter cantik di Ceko
Dokter cantik bernama Pavla Kovarikova juga mengalami hal yang sama. Terlalu lama mengggunakan masker yang kencang selama menangani pasien COVID-19, memar terlihat di beberapa bagian wajahnya. 

“Kita tidak bisa lagi. Kami tidak tidur, kami tidak makan, bahkan saya tidak mengingatnya. Ponsel bunyi terus-menerus. Tentu sebagai dokter, kami bekerja keras, kami tahu apa yang kami hadapi. Tapi ini berbeda. Ini adalah sprint dan maraton yang dijadikan satu – itu sangat menegangkan, tetapi pada saat yang sama membutuhkan waktu yang lama dan akhirnya belum terlihat,” kata dia.

 

Perawat dengan memar di wajah
Seorang perawat juga memamerkan kondisinya yang tak kalah menyedihkan. Wajah mulusnya dipenuhi dengan memar, setelah dirinya bekerja dalam waktu panjang untuk menangani pasien yang berada dalam perawatan intensif. 

Ahli Anestesi yang kehabisan APD
Ahli Anestesi, Dr. John Henao, mengunggah foto dirinya yang kehabisan Alat Pelindung Diri (APD). Kepala dan wajahnya akhirnya hanya dibungkus menggunakan kantong plastik transparan. 

Tanda gear di wajah perawat
Seorang perawat di China, memotret dirinya dari samping. Sambil memejamkan mata dan nampak lelah, ia memperlihatkan luka di bagian hidung yang nampaknya menyakitkan. 

 

 

 

LEAVE A REPLY