IDNews.co.id – Pembunuh sadis seorang nenek berusia 75 tahun bernama Maria Tanamal tak lain adalah anak baru gede alias ABG yang pernah bekerja di rumah nenek Maria saat membetulkan plafon rumah korban.

Meskisempat buron selama tiga hari, akhirnya Riki Adi Saputro, 18, berhasil ditangkap di kampung halamannya di Dusun Doyong Kecamatan Tawangrejo Kabupaten  Ngawi Jawa Timur.

Begitu ditangkap Riki langsung digelandang ke Mapolda Metro Jaya untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Kepada penyidik dia mengakui perbuatannya telah membunuh majikannya yang sudah nenek-nenek itu.

Kepada polisi, dia mengaku sakit hati lantaran sering dimarahi tanpa alasan yang jelas. ”Kesal saja, karena sering diomeli,” tukasnya enteng.

Pembunuhan itu sendiri terjadi pada Selasa malam (3/10) di rumah korban yang berlokasi di Cluster Taman Sari Blok HN1 No.25 RT 03 / RW 09 Perumahan Harapan Indah Tarumajaya Kabupaten Bekasi Jawa Barat. Sedangkan pelaku ditangkap aparat Direktorat Reskrimum Polda Metro Jaya tiga hari kemudian.

Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Nico Afinta, sejak awal sudah curiga kalau pelaku pembunuhan adalah orang dekat korban atau seseorang yang dikenal korban.

Halitu lantaran tidak ditemukan kerusakan pada pintu-pintu rumah yang menjadi akses masuk pelaku.  Kondisi korban sendiri saat ditemukan pertama kali oleh putri sulungnya yang bernama Nicky Tanamal, 54, betul-betul memprihatinkan.

Mariaditemukan tak bernyawa di rumahnya, yakni kedua tangan yang terikat, mulut dan hidung ditutupi lakban, dan wajah yang ditutup bantal. Saat itu, putri korban mengunjungi rumah ibunya untuk mengantarkan nasi rawon kesukaan ibunya.

Menurut Nico, usai membunuh korban, Riki menjarah harta benda korban yang terdiri dari dua unit ponsel, uang tunai Rp 250 ribu, dan satu unit mobil korban jenis Toyota Avanza warna silver B 2360 NU.

Kepadapenyidik, pelaku mengatakan dirinya nekat merampok  lantaran ditelepon pacarnya yang berada di kampung halaman yang memberitakan kalau nenek pelaku sedang sakit keras. Ditambah lagi sakit hatinya ketika pernah bekerja di rumah korban pada pertengahan September lalu, lantaran sering diomeli karena membuang sampah sembarangan.

Kepada penyidik, Riki mengaku masuk ke dalam rumah korban melalui jendela dapur yang tidak dipasangi teralis besi. Begitu sudah masuk ke dalam rumah, pelaku langsung mengambil dua unit ponsel dan uang tunai RTp 250 ribu yang tergeletak di atas meja. Namun saat itu, aksinya dipergoki korban yang langsung berteriak.

Sadaraksi malingnya dipergoki pemilik rumah, Riki langsung mencekik korban hingga pingsan dan tergeletak di lantai. Selanjutnya pelaku mengikat korban dengan tali raffia.

Namundi saat yang sama, korban sudah mulai siuman. Kontan Riki langsung mengambil bantal sofa warna coklat untuk menutup bagian muka Maria. Namun lantaran korban berontak, pelaku langsung mengambil lakban untuk menutup hidung dan mulut korban agar tidak bisa bernafas hingga meninggal dunia. Selanjutnya Riki langsung kabur sambil melarikan mobil korban yang sedang berada di garasi rumah.

”Tersangka saat itu langsung melarikan diri ke kampungnya di Ngawa Jawa Timur hingga tertangkap oleh kami. Saat ini tersangka masih menjalani pemeriksaan untuk pengembangan penyidikan. Namun tersangka dikenakan pasal 338 KUHP dan/atau Pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan yang mengakibatkan kematian dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara,” ujar Nico di Mapolda Metro Jaya, Rabu (11/10).

Sementara itu, Nicky selaku putri sulung korban mengatakan ibunya sudah belasan tahun tinggal sendirian di rumah itu, dan memang menolak menggunakan jasa pembantu dirumahnya. Namun ketika plafon rumah ada yang rusak, ibunya terpaksa menggunakan jasa seseorang, yakni Riki untuk membetulkannya.

”Sebetulnya mama saya sudha curiga kepada Riki ini, sebab pada hari Jumat (29/9) mama saya telepon saya, dia bilangbaru kemalingan dan beberapa barangnya hilang. Mama saya bilang malingnya masuk dari jendela dapur yang tidak terpasang teralis. Waktu itu langsung saya sarankan pasang teralis besi, tapi belum sempat dipasang sudah kejadian,” tandas Nicky. (sel)

LEAVE A REPLY