Ilustrasi Geng motor Foto: Repro Instagram

IDNEWS.CO.ID – Polisi melakukan pemetaan terhadap geng motor di Jakarta Barat. Hal itu untuk mencegah agar aksi kekerasan oleh kelompok tersebut tak terjadi lagi.

Kanit Krimum Polres Metro Jakarta Barat Ajun Komisaris Polisi Rulian Syahri mengatakan, kelompok-kelompok itu menyerang satu sama lain secara acak, atau tidak pernah tahu dengan kelompok mana mereka akan saling bentrok. “Random bisa serang ini, serang itu,” ujarnya saat dikonfirmasi wartawan, Jumat (15/2/2019).

Dia tak merinci semua kelompok yang telah dipetakan. Dia mencontohkan beberapa kelompok yang ada di wilayahnya. Misalnya, di kawasan Basmol, Kembangan, Jakarta Barat terhitung ada 4 kelompok.

Biasanya, kelompok sepeda motor Basmol kerap diminta bantuan oleh kelompok lain. Contoh, kelompok Pesing ingin tawuran dengan kelompok Kampung Gusti maka kelompok Basmol akan dihubungi untuk membantu kelompok Pesing.

Begitu pun sebaliknya, jika kelompok Kampung Gusti ingin menyerang kelompok Pesing maka kelompok Kampung Gusti akan meminta bantuan kepada kelompok Basmol untuk menyerang kelompok Pesing.

Sebelumnya diberitakan, sebanyak 14 anggota geng motor diciduk polisi. Mereka kerap beraksi di Jalan Raya Tubagus Angke, Jakarta Barat.

Mereka terdiri delapan orang remaja, yaitu FS, AR, Wi, AS, S, Wa, B, dan AR. Kemudian, sisanya adalah enam anak bawah umur, yakni In, En, AS, FT, Ja, dan MR yang diciduk di tempat berbeda.

Selasa, 5 Februari 2019 lalu, aksi mereka menewaskan satu korban Ahmad Al Fandri di kawasan Tanjung Duren, Jakarta Barat. Ahmad yang bukan anggota geng motor tewas akibat luka bacok di punggung.

“Sampai saat ini, telah kami amankan sebanyak 14 orang tersangka dari total keseluruhan 17 tersangka,” kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat Ajun Komisaris Besar Polisi Edy Suranta Sitepu saat dikonfirmasi wartawan, Kamis, 14 Februari 2019. (ndi)

LEAVE A REPLY