Calon presiden Prabowo Subianto

IDNEWS.CO.ID – Jaringan tokoh yang tergabung dalam Rembug Nasional Aktivis ’98 menilai, wacana people power yang terus digaungkan kubu pendukung Prabowo Subianto- Sandiaga Uno tak memenuhi syarat.

Sebab, menurut anggota Rembug Nasional Aktivis 1998, Wahab Talaohu, situasi saat ini tidak bisa dibandingkan dengan kondisi jelang berakhirnya rezim Orde Baru.

Di mana, kata dia, saat itu semua elemen masyarakat bergabung untuk menjatuhkan pemerintahan yang diktator dan diperparah dengan krisis ekonomi.

“People power yang sebetulnya, syarat-syarat people power itu tidak terpenuhi di zaman sekarang,” kata Wahab dalam pesan tertulisnya yang diterima wartawan  Rabu (15/5/2019).

Wahab yang bersama rekan – rekan aktivis 98, berziarah dan tabur bunga di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Pondok Rangon, Jakarta Timur, dalam rangka memperingati 21 tahunnya tragedi Mei 1998, menyebut bahwa hari ini tidak ada penindasan.

Justru pemerintah, lanjutnya, dalam hampir lima tahun belakangan secara masif membangun infrastruktur untuk kepentingan masyarakat.

“Kami bangga sebagai orang timur, ada infrastruktur yang dulu termarjinalkan, hari ini kita bisa merasakan. Tidak ada kita temukan syarat-syarat people power,”

Wahab memandang, para tokoh oposisi yang menyerukan people power hanya ingin mengambil alih kekuasaan, tanpa mengikuti aturan.

Ia bersama aktivis, siap mengawal tanggung jawab sejarah agar demokrasi tidak dirusak oleh sekelompok orang. Selain itu, pihaknya juga mendukung Komisi Pemilihan Umum mengumumkan hasil Pemilu serentak 22 Mei mendatang.

“Mereka ingin mengambil, mencuri kembali kekuasaan bangsa ini dengan alasan people power,” ungkap Wahab. (ndi)

LEAVE A REPLY