IDNEWS.CO.ID –¬†Aplikasi sewa sepeda listrik Migo jadi kontroversi setelah banyak penyewa ada dari anak dibawah umur alias bocah bau kencur. Perihal ini yang kemudian dianggap menyalahi aturan.

Ahmad Imam, salah satu mitra penyedia sub stasiun penyewaan sepeda listrik Migo di wilayah Pancoran Barat, Jakarta Selatan, mengungkapkan sekarang ini anak dibawah umur tidak lagi diperbolehkan untuk menyewa sepeda listrik Migo.

“Memang sebelumnya banyak anak-anak yang nyewa, terkadang yang datang orang tuanya. Mungkin untuk memanjakan anak. Tetapi saat ini betul-betul diperketat, orang yang datang tidak sesuai dengan aplikasi tidak dapat menyewa,” tutur Imam kepada IDNEWS.CO.ID, Minggu (17/02/2019).

Aturan yang diperketat itu, kata Imam, sekarang ini memang mempengaruhi pemesanan Migo e-Bike. Imam menambahkan, pihak Migo berusaha memperketat pendaftaran aplikasi Migo dengan syarat sertakan foto KTP serta photo selfie memegang KTP untuk menghindari penyalahgunaan identitas. Walau efeknya, penurunan jumlah pemesanan ikut dirasakan Imam.

“Tidak apa-apa pemesanan menurun daripada banyak tetapi menimbulkan permasalahan, lebih utamakan keamanan serta keselamatan,” sambung Imam.

Migo sendiri merupakan kendaraan roda dua berdaya listrik dengan kecepatan maksimal rata-rata mencapai 40 km/jam. Pun biaya sewanya cukuplah terjangkau, yaitu Rp 3 ribu untuk 30 menit.

Dalam aturan yang disampaikan Imam jika Migo cuma dapat mengangkut bobot maksimal 100 kg serta tidak bisa boncengan. Setiap penyewa dibekali satu helm untuk wajib digunakan.

(ndi)

LEAVE A REPLY