Pemerintah China tutup kota Wuhan gara-gara virus Corona
Pemerintah China tutup kota Wuhan gara-gara virus Corona

IDNEWS.CO.ID – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mengakui kesalahan dalam pernyataan yang dibuat pada hari Senin 27 Januari 2020. Dalam pernyataannya mereka secara keliru mengecilkan risiko penilaian virus Wuhan yang mematikan.

 Keadaan yang sebelumnya dianggap memiliki  tingkat risiko “sedang” baru-baru ini diubah menjadi tingkat risiko “tinggi”.  Seperti dilansir dari World Of Buzz, WHO mengatakan bahwa virus mematikan Wuhan, tidak hanya “sangat tinggi di China”, tetapi juga “tinggi di tingkat regional dan tinggi di tingkat global”.

Meski WHO mengakui bahwa mereka “salah” memberi label risiko global dari penyakit yang berpotensi mengancam jiwa sebelumnya, organisasi itu masih menekankan bahwa koreksi tidak berarti bahwa keadaan darurat kesehatan internasional telah diumumkan.

Sejak virus mematikan diidentifikasi pada tanggal 31 Desember di kota Wuhan, Cina, ada lebih dari 4.000 orang yang terinfeksi di seluruh dunia, dengan lebih dari 100 kematian hingga saat ini.

Pada hari Kamis, mereka memutuskan berhenti mengumumkan novel coronavirus sebagai darurat kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian internasional. Ini karena deklarasi langka hanya diperuntukkan bagi wabah terburuk di dunia yang akan memicu aksi global bersatu.

Kepala WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, sempat diberondong wartawan ketika mengumumkan keputusan ini selama kunjungannya ke Cina.  Beberapa wartawan bahkan bertanya apakah keputusan itu dipolitisasi.

Namun, ketika dia kembali ke pengarahan di kantor pusat WHO, Tedros mengatakan deklarasi itu dapat diubah kapan saja.  

“Ini adalah keadaan darurat di Tiongkok tetapi belum menjadi keadaan darurat kesehatan global.  Ini mungkin terjadi suatu saat ”kata dia. 

“Penilaian risiko WHO adalah bahwa wabah itu adalah risiko yang sangat tinggi di China, dan risiko tinggi secara regional dan global.  (Kategorisasi ini) adalah “evaluasi risiko global, yang mencakup tingkat keparahan, penyebaran, dan kapasitas untuk mengatasinya.”

Meski lembaga tersebut meminta maaf atas “kesalahan dalam pernyataannya” dalam tiga laporan situasinya, ini bukan pertama kalinya Organisasi Kesehatan Dunia dikritik karena menangani wabah penyakit virus ini.

Faktanya, WHO sebelumnya mendapat kecaman pada tahun 2014 ketika mengecilkan tingkat keparahan epidemi Ebola yang merenggut lebih dari 11.300 jiwa di tiga negara Afrika Barat pada akhir 2016.

LEAVE A REPLY