Balaikota DKI Jakarta.

IDNEWS.CO.ID – Dibatalkannya pelantikan pejabat golongan 3 dan 4 mulai dari lurah,camat, kasudin dan lain-lain dinilai tepat. Langkah Gubernur Anies Baswedan ini merupakan antisipasi terjadinya ‘permainan’, konspirasi, dan budaya klik-klikan diantara pejabat Pemprov DKI.

“Gubernur membatalkan pelantikan merupakan langkah yang sangat tepat. Hal ini untuk menghindari terjadi kegaduhan,” ujar direktur Aliansi Pemerhati Eksekutif dan Legislatif (APEL) H.Edi Gusyani HS saat berbincang dengan wartawan, Selasa (12/2).

Direktur Eksekutif Aliansi Pemerhati Eksekutif dan Legisllatif (APEL) Edi Gusyanil

Menurut tokoh muda Betawi ini dari awal pelantikan eselon 2 beberapa waktu lalu aromanya sudah tidak sedap.

“Contohnya pemilihan kadis kehutanan dan pertamanan. Masa pejabat kadis yang kompeten, kinerjanya bagus dan urutan 1 saat lelang jabatan bisa tergeser kebawah dari tiga kandidat yang diusulkan Baperjakat?. Sepertinya banyak ‘tukang sulapnya’ nih di Balaikota. Gubernur harus menertibkannya ,” bebernya.

Edi mendesak agar kepala badan kepegawaian daerah (BKD) DKI Chaidir agar dievaluasi karena dinilai punya peran dalam menentukan pelantikan (Senin, 11/2) hingga akhirnya dibatalkan.

“Gubernur harus tegas dengan memberikan sanksi kepada pejabat yang ‘bermain’ dalam pelantikan tersebut. Ane sangat setuju kalau pelantikan ini baik eselon 2, 3 atau 4 diambil alih oleh Gubernur untuk mencegah permainan kotor dengan mengorbankan orang lain yang benar-benar mengabdi sebagai PNS,” ujar dia lagi penuh semangat.

Edi menegaskan, reformasi birokrasi di lingkungan Pemprov DKI harus terus dilakukan.

“Masih banyak PNS DKI yang cakap, cerdas dan energik untuk memimpin SKPD. Gubernur harus segera memutus mata rantai para oknum pejabat yang berkolusi jual beli jabatan,” tegas dia. (ach)

LEAVE A REPLY