Ilustrasi berdo'a. Foto: Okezone

IDNEWS.CO.ID – Shalat adalah rukun Islam yang kedua setelah membaca Dua Kalimat Syahadat. Shalat adalah paling agungnya syi’ar agama dan paling utamanya pekerjaan untuk mendekatkan diri kepada Tuhan alam semesta.

“Diceritakan dari Abi Abdirrahman Abdullah Bin Mas’ud Berkata ” Aku bertanya kepada nabi Muhammad SAW. Wahai Rasulullah, Perbuatan apa yang paling Allah senangi dari hamba-Nya? Rasulullah menjawab “Shalat tepat pada waktunya”. Abdullah bertanya lagi “Lalu apa, Wahai Rasulullah?” Rasulullah Menjawab “Berbakti kepada dua orang tua”. Abdullah Bertanya lagi “Lalu apa, Wahai Rasulullah?” Rasulullah Menjawab ” Berjuang di jalan Allah”.

Apa Itu Shalat?

Shalat secara Etimologi, adalah do’a. Adapun shalat secara Terminologi, adalah  “Perkataan dan Perbuatan sekalipun itu perbuatan hati yang di awali dengan takbir bersamaan dengan niat dan di akhiri dengan salam, yang dilakukan dengan beberapa syarat tertentu”.

Shalat Terdiri dari Empat Macam.

  • Fardhu Ain Bissyar’i,  yaitu shalat lima waktu dalam sehari semalam: Dhuhur, Ashar, Maghrib, Isya’ dan Subuh.
    Shalat lima waktu ini disyari’atkan atau di wajibkan pada malam isra’ mi’raj.
  • Fardhu Ain Binnazhri ,yaitu Shalat yang di wajibkan kepada orang mukallaf atas dirinya dengan bernahzar melakukan shalat sunnah.
  • Fardhu Kifayah, yaitu shalat jenazah.
  • Sunnah, Ini akan kami jelaskan pada artikel berikutnya.

1. Beragama Islam.

Syarat wajib shalat yang pertama yaitu beragama Islam (muslim). Maka orang kafir tidak punya kewajiban untuk melaksanakan shalat dan mengqadhainya ketika masuk islam. Nah jika orang tersebut murtad (keluar dari islam) maka wajib melaksanakan shalat dan mengqadha’ shalatnya jika tidak shalat di waktu murtad, Hal ini di wajibkan apabila orang yang murtad tersebut kembali masuk islam.

2. Sudah Baligh.

Syarat wajib shalat yang kedua, yaitu sudah baligh atau dewasa, Ada sedikit perbedaan antara balighnya perempuan dan laki-Laki. Perempuan baligh, yaitu perempuan yang sudah keluar darah haid atau jika belum haid, batas balighnya sampai berumur 15 tahun. Laki-Laki baligh, yaitu laki-laki yang sudah pernah ihtilam  atau jika belum ihtilam, batas balighnya sampai berumur 15 tahun.

Oleh karena itu, seorang bayi atau anak anak tidak diwajibkan shalat, akan tetapi kedua orang tuanya wajib memerintah anaknya untuk melaksanakan shalat jika sudah berumur tujuh tahun, hal ini apabila anak tersebut sudah tamyiz. Dan anak tersebut harus di pukul jika tidak melakukan shalat, apabila sudah berumur sepuluh tahun.

3. Berakal Sehat

Syarat wajib Shalat yang ke tiga, yaitu berakal sehat, Maka orang gila atau orang yang tidak berakal sehat, tidak diwajibkan untuk melaksanakan shalat.

Syarat Sah Shalat
1. Suci dari Hadats dan Najis.
Syarat Sah Shalat, yang Pertama, yaitu anggota badan harus suci dari hadats, baik itu hadats kecil maupun hadats besar, jika mampu. Jika tidak mampu, Artinya tidak ada air atau debu untuk bersuci, maka shalatnya sah akan tetapi wajib i’adah (mengulangi shalatnya) apabila sudah ada air atau debu untuk bersuci. dan harus suci najis yang tidak di-makfu baik itu pakaian, anggota badan dan tempatnya.

2. Menutupi Aurat.
Syarat Sah Shalat yang ke dua, yaitu menutupi aurat sekalipun sendirian di tempat yang gelap. Apabila tidak mampu untuk menutupi Aurat “tidak punya pakaian sama sekali atau sesuatu yang bisa menutupi auratnya” Maka shalat dalam keadaan telanjang. Dan harus menyempurnakan rukuk dan sujud tanpa harus i’adah.

3. Tempatnya Harus Suci.
Syarat Sah Shalat yang ke tiga, yaitu tempat shalatnya harus suci. Maka tidak sah shalatnya seseorang yang sebagian dari pakaian atau anggota badannya ada najisnya, baik itu pas waktu berdiri, rukuk, duduk atau sujud.

4. Masuk Waktu Shalat.
Syarat Sah Shalat yang ke empat, yaitu tahu masuknya waktu shalat atau punya keyakinan sudah masuk waktu shalat dengan cara ijtihad, apabila shalat sebelum masuknya waktu shalat, maka Shalatnya tidak sah.

5. Menghadap Kiblat.
Syarat sah Shalat yang terakhir, yaitu menghadap ke arah kiblat.

LEAVE A REPLY