IDNEWS.CO.ID – Arab Saudi tak mensyaratkan restoran memiliki pintu masuk terpisah untuk laki laki dan wanita. Pada Minggu (08/12), Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi mengatakan kalau restoran tak mesti menyediakan pintu terpisah berdasarkan jenis kelamin. Malah para pengusaha yang dikasihkan kebebasan untuk memastikan pilihan.

Sebelumnya, restoran harus menyediakan satu pintu masuk untuk wanita dan keluarga, dan pintu yang lain spesial untuk laki laki. Dalam restoran, wanita dan keluarga biasanya dipisah dari laki laki dengan menggunakan tirai atau papan.

Aturan pembelahan gender itu sebenarnya sudah secara diam-diam dijalankan dikarenakan banyak restoran, cafe dan tempat sejenis yang lain tak melakukan segregasi.

Sekumpulan reformasi sosial besar terjadi di Arab Saudi selama setahun terakhir.

Awal tahun ini, kerajaan mengizinkan wanita berpergian ke luar negeri tanpa izin wali laki-lakinya. Selanjutnya tahun lalu kerajaan menyelesaikan larangan untuk wanita untuk mengemudi mobil.

Bakal tetapi, reformasi itu diikuti oleh penekanan kebebasan beranggapan.

Banyak aktivis merintih kalau banyak peraturan diskriminatif pada wanita masih berlaku. Serta, sejumlah aktivis hak-hak wanita diamankan meskipun pemerintah ditempat sudah melakukan reformasi.

Mulai sejak Mohammed bin Salman diangkat berubah menjadi putra mahkota pada 2017, dia sudah ambil beberapa langkah untuk buka penduduk Arab Saudi yang dikenal amat konservatif.

Pelbagai langkah reformasinya memetik pujian dari komunitas internasional, tetapi pula diimbangi dengan gelombang represi.

Pembunuhan jurnalis terutama Arab Saudi, Jamal Khashoggi, pada 2018 di gedung konsuler Arab Saudi di Istanbul mengundang amarah dunia internasional, tapi para pemimpin dunia, termasuk Presiden AS Donald Trump, terus mendukung Arab Saudi.

Petinggi pemerintah Arab Saudi mengatakan kalau Khashoggi, kritikus pemerintahan Riyadh, dibunuh dalam sebuah “operasi jahat” oleh sekelompok agen. Tapi banyak kritikus yakin sebaliknya dan seorang ahli PBB mengaitkan kalau kematian itu merupakan “eksekusi di luar pengadilan”. (ach)

LEAVE A REPLY