Ilustrasi-perempuan di Arab Saudi

IDNEWS.CO.ID – Pemerintah Arab Saudi mengumumkan rencana normalisasi dua tahap para Kamis dini hari untuk Mekah. Hal ini dimaksudkan dengan tujuan melonggarkan pembatasan COVID-19 dan secara bertahap untuk kembi ke kehidupan normal baru.

Dilansir dari laman Daily Sabah rencana normalisasi fase pertama akan dimulai pada 31 Mei. Menurut Kementerian Dalam Negeri, masyarakat dapat masuk dan keluar Mekah mulai pukul 06.00 hingga 15.00 waktu setempat.

Untuk kegiatan solat Jumat dan solat berjamaah lainnya di Masjidil Haram (Masjid al-Haram) akan berlanjut sesuai dengan aturan protokol kesehatan yang ada, kata pernyataan itu.

Untuk fase kedua normalisasi akan dimulai pada 21 Juni. Pada fase kedua ini warga Arab diperbolehkan untuk keluar rumah antara pukul 06.00 hingga pukul 20.00.

Namun, dalam pernyataan yang dikeluarkan oleh Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi beberapa kegiatan bisnis seperti salon dan pangkas rambut belum diizinkan untuk kembali beroperasi. Selain itu, kegiatan pernikahan dan pemakaman juga tidak boleh dihadiri lebih dari 50 orang.

Arab Saudi telah melarang arus masuk atau keluar dari Riyadh, Mekah dan Madinah pada 25 Maret untuk membendung penyebaran COVID-19.

Pemerintah juga membatasi pergerakan antar provinsi, menghentikan penerbangan internasional, menghentikan ziarah sepanjang tahun, masjid-masjid tertutup, sekolah, mal dan restoran juga ditutup, Arab juga memberlakukan jam malam untuk mencegah penyebaran virus tersebut.

Sejak COVID-19 muncul Desember lalu di kota Wuhan China, virus ini telah menyebar ke sedikitnya 188 negara dan wilayah. Ada lebih dari 5,6 juta infeksi yang dikonfirmasi secara global dengan hampir 355.000 kematian, sementara lebih dari 2,3 juta orang telah dinyatakan sembuh. (ach)

LEAVE A REPLY