Lifestyle

AS Konfirmasi Virus Menular dan Mematikan Mirip Ebola

IDNEWS.CO.ID – Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat, mengumumkan bahwa virus Chapare, virus mematikan yang menyebabkan demam berdarah seperti Ebola, dapat ditularkan melalui manusia.

Chapare mammarenavirus adalah anggota keluarga virus Arenaviridae dan menyebabkan demam berdarah, sehingga disebut demam berdarah Chapare, demikian dilansir Boldsky, Jumat 27 November 2020.

Arenavirus biasanya menyebar ke manusia melalui kontak langsung dengan hewan pengerat yang terinfeksi atau melalui kontak tidak langsung, seperti melalui urine atau feses (kotoran) hewan pengerat yang terinfeksi. Lalu, bagaimana cara virus ini menular?

Ada dua wabah demam berdarah Chapare yang terdokumentasi hingga saat ini. Kasus pertama ditemukan pada 2004 di provinsi Chapare, Bolivia dan dilaporkan lagi pada 2019, yang menyebabkan kematian tiga orang.

Menurut CDC, arenavirus biasanya ditularkan melalui kontak langsung atau tidak langsung dengan air liur, urine, dan kotoran hewan pengerat yang terinfeksi.

Seperti gigitan dan cakaran hewan pengerat yang terinfeksi, menghirup virus, menelan makanan yang terkontaminasi dengan urine, air liur, atau kotoran hewan pengerat yang terinfeksi.

Orang yang terinfeksi dapat menularkan penyakit ke orang lain melalui kontak (cairan tubuh pasien, aerosol dalam pengaturan perawatan kesehatan, dan lain-lain).

Tanda dan gejala demam berdarah Chapare
Karena jumlah kasus yang sangat rendah, informasi mengenai tanda dan gejala spesifik dari penyakit virus ini sangat kurang. Studi mengatakan, gejala demam berdarah Chapare (CHHF) mirip dengan demam berdarah Amerika Selatan lainnya, seperti demam berdarah Argentina (AHF), atau demam berdarah Bolivia (BHF).

Namun, sesuai catatan, beberapa gejala yang dilaporkan terkait CHHF, antara lain, demam, diare, nyeri sendi dan otot, sakit kepala, sakit di belakang mata, sakit perut, mudah marah, muntah, gusi berdarah, dan ruam.

Sejauh ini belum ada pengobatan untuk penyakit ini. Terapi suportif penting dilakukan untuk pemulihan dan kelangsungan hidup, seperti pemeliharan hidrasi, manajemen syok dan sedasi.

Karena sifat penyakit virus yang langka (hanya dua wabah), tidak ada kejelasan tentang faktor kematian dan risiko kematian. Pada wabah pertama yang diketahui, satu-satunya kasus yang dikonfirmasi berakibat fatal.

Sedangkan wabah kedua pada 2019, 3 dari 5 kasus yang terdokumentasi berakibat fatal, dengan proyeksi tingkat kematian 60 persen.

Dalam kasus infeksi arenavirus, pasien yang pulih dapat terus mengeluarkan virus dalam darah, air liur, urine, atau air mani selama berbulan-bulan setelah mereka tidak lagi menunjukkan gejala. Namun, sedikit yang menyadari telah terinfeksi CHHF.

Cara mencegah demam berdarah Chapare
– Mengendalikan hewan pengerat di dalam dan sekitar rumah serta bangunan, dapat membantu mengurangi paparan hewan pengerat dan mengurangi risiko tertular.
– Menutup setiap celah atau lubang di sekitar rumah dan lingkungan.
– Menghindari area yang dipenuhi hewan pengerat.
– Orang yang terinfeksi berpotensi menulari orang lain (terutama anggota rumah tangga, petugas kesehatan, dan pasangan yang berhubungan seksual) melalui cairan tubuh. Jadi, hindari kontak apa pun.

Pakar kesehatan mengatakan, jika terjadi wabah, virus Chapare tidak mungkin menyebabkan pandemi seperti skala COVID-19. Namun, mereka tidak menyebutkan alasan mengapa virus ini tidak perlu dikhawatirkan.

Back to top button

Adblock Aktif

Mohon Non - Aktifkan Adblock Pada Browser Anda !