IDNEWS.CO.ID –¬†Sejumlah negara di dunia berlomba untuk memproduksi dan mendistribusikan vaksin COVID-19. Pemerintah Australia bahkan telah mempersiapkan rencana teknis pelaksanaan vaksinasi COVID-19 massal, walau belum ada vaksin yang berhasil di negara mana pun hingga saat ini.

“Persemakmuran Australia berupaya untuk lebih dini memperoleh vaksin dan pengobatan COVID-19 yang aman dan efektif begitu vaksin itu siap,” demikian disebutkan dalam dokumen resmi “Request for Information” (RFI).

“Ruang lingkup RFI yaitu mengidentifikasi kapasitas dalam mendukung pembuatan vaksin COVID-19 di dalam negeri dan aktivitas pembuatan, distribusi dan administrasi pengobatan,” tambahnya.

Proses tender yang dikelola Departemen Kesehatan dan Departemen Perindustrian Australia kini mencari perusahaan lokal untuk memproduksi dan mendistribusi vaksin.

Salah satu syarat yang diminta dalam tender ini yaitu pabrik vaksin COVID-19 dalam negeri atau produsen yang memiliki pabrik di Australia, serta bisa beroperasi di Australia untuk membuat vaksin COVID-19.

Menurut Profesor Vivek Chaudhri dari Melbourne Business School, pemerintah sebenarnya ingin mengetahui kapasitas yang ada di Australia dalam membuat dan mendistribusikan vaksin.

Profesor Chaudhri merupakan penasehat untuk Paul Perreault, CEO perusahaan pembuat vaksin CSL, yang sedang mengerjakan vaksin COVID-19 bersama University of Queensland.

Dokumen RFI baru terbit pada 10 Agustus dan penawaran tendernya ditunggu paling lambat pada 20 Agustus mendatang.

Dokumen-dokumen ini menunjukkan tekad Pemerintah untuk mengantisipasi berbagai hambatan demi memperlancar penggunaan vaksin begitu sudah ditemukan dan diproduksi.

Di antara hambatan tersebut yakni ketentuan membangun atau memperbaiki fasilitas, penjadwalan tenaga kerja, pelatihan dan perekrutan tenaga kerja, serta perizinan lainnya.

Dokumen ini menunjukkan Pemerintah Australia tidak akan menunggu sampai vaksin diujicoba dan dibuktikan, kemudian baru mempersiapkan pelaksanaan vaksinasinya bagi ke 25 juta penduduk secara cepat.

“Kita ingin supaya kita sudah siap begitu hal ini (vaksin) sudah tersedia,” ujatr Prof Chaudhri. (ach)

LEAVE A REPLY