Gagal panen menyebabkan banyak rakyat Zimbabwe mengalami kesulitan pangan.

IDNEWS.CO.ID – Lebih dari lima juta penduduk Zimbabwe – sekitar sepertiga dari 16 juta total penduduk – memerlukan bantuan pangan dan sebagian berada di ambang kelaparan, kata PBB.

Fakta tersebut disampaikan oleh Program Pangan Dunia (WFP), badan PBB yang membawahi urusan pangan, ketika meluncurkan acara penggalangan dana sebesar US$331 juta untuk Zimbabwe.

Negara yang terletak di benua Afrika bagian selatan ini sedang berusaha mengatasi dampak buruk dari kekeringan, siklon dan krisis ekonomi.

Direktur Eksekutif WFP, David Beasley mengatakan dari angka lebih dari lima juta warga yang memerlukan bantuan pangan itu, 2,5 juta di antaranya ” berada dalam kondisi krisis darurat”.

“Kita membicarakan orang-orang yang benar-benar beramai-ramai menuju kelaparan jika kita tidak membantu mereka,” tegas Beasley pada Rabu (7/8/2019).

“Kita mengalami kekeringan luar biasa yang tidak pernah kita alami dalam kurun waktu yang lama.”

Ditambahkan oleh Beasley bahwa pada awal tahun 2020, total 5,5 juta orang diperkirakan akan mengalami hal serupa.

Sebelumnya PBB menyerukan permintaan bantuan US$294 juta untuk Zimbabwe tetapi jumlah dana yang diperlukan sekarang lebih besar karena dampak buruk kekeringan telah meluas.

Harga roti tawar Rp14.000 , belum tentu ada

Kondisi Zimbabwe selama bertahun-tahun terakhir berbanding terbalik dengan predikat yang dulu pernah disandangnya sebagai lumbung pangan regional.

Gagal panen belakangan kerap terjadi karena kekeringan dan harga pangan terus meroket. Selain harganya tinggi, kebutuhan pokok belum tentu tersedia di pasar atau toko.

“Memang kondisi Zimbabwe semakin parah. Sembako di toko relatif ada walau tidak stabil, tapi harga selangit. Tidak terjangkau untuk rakyat miskin,” tutur Adi, seorang warga negara Indonesia yang selama sekitar 15 tahun ini tinggal di Bulawayo, kota terbesar kedua di Zimbabwe.

Ia lantas menceritakan bahwa istrinya baru saja bisa menemukan roti di pasar gelap dengan harga US$1 atau lebih dari Rp14.000 untuk satu bungkus roti tawar. (ndi)

LEAVE A REPLY