Ilustrasi naik Pesawat. Foto: Tribun Islam

IDNEWS.CO.ID – Kecelakaan pesawat selalu menyisakan duka mendalam. Terutama bagi mereka keluarga yang ditinggalkan. Peristiwa terbaru, Pesawat Lion Air JT610 jatuh saat terbang dari Bandara Soekarno-Hatta menuju Pangkalpinang.

Singkatnya waktu perjalanan memang menjadi salah satu alasan orang naik pesawat. Meski demikian alat transportasi ini memiliki risiko kecelakaan yang sama layaknya transportasi darat. Namun lebih berbahaya karena setiap kecelakaan hampir tidak ada yang selamat.

Meski maut sudah menjadi ketetapan, namun doa seharusnya tidak boleh ditinggalkan. Ketika akan naik pesawat, sebaiknya melangkahkan kaki dengan berdoa terlebih dahulu sebelum pergi. Seperti apa bacaan doanya? Berikut ulasannya.

Doa Akan Naik Pesawat

Manusia tidak pernah tahu kapa ajalnya akan menjemput. Allah SWT sudah menjelaskan dalam Qalam-Nya, jika manusia sudah ditetapkan dan ketika waktunya sudah tiba, dia akan mengejar dan mendatangi tanpa ampun.

“Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh……..…” (QS. An-Nisaa: 78).

Qalam Allah SWT diatas sangat relevan jika dikaitkan dengan pesawat yang kokoh dan berada di ketinggian. Ajal tidak akan takut mendekati dan sangat mudah sekali menghampiri. Tentu ini mengisyaratkan agar kita selalu mawas diri, melakukan hal-hal baik ketika memulai sesuatu. Termasuk saat akan naik kendaraan seperti pesawat terbang.

Adapun doa yang bisa dibaca saat akan naik pesawat terbang adalah sebagai berikut.

Bismillaahi majreehaa wa mursaahaa, inna rabbii laghafuurur-rahiim. Wa maa qadarullaaha haqqa qadrih.

Artinya : “Dengan menyebut nama Allah pada waktu berlayar dan berlabuhnya. Sesungguhnya Tuhanku benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. Doa ini bersumber dari Al-Qur’an, yakni surat Huud ayat 41.

Pada saat zaman Rasulullah SAW, doa ini hanya doa naik kendaraan laut, namun setelah ada pesawat terbang seperti saat ini, doa ini juga dipakai untuk naik pesawat terbang. (*)

LEAVE A REPLY