Ilustrasi

IDNews.co.id – Minat serta ketertarikan generasi milenial atau generasi yang lahir diantara tahun 1980-an hingga 2000-an pada merek atau barang mahal diklaim bertambah.

Cicilia King, Brand Manager Christian Dior Couture, dalam paparan pada session Luxury Business : How Heritage Brand Facing The Truth of Millenials menyebut, kalau menurut beberapa survei, 45 % pasar global untuk barang bermerek juga akan didominasi oleh generasi millenial.

Sayang, Cicilia tak menjelaskan dengan cara detil survey sebagai rekomendasinya itu. Walau sekian, ia yakin kalau penambahan itu diakibatkan oleh tingginya ketertarikan pada satu merk mahal, serta menginginkan tetaplah senantiasa ikuti perubahan terbaru.

” Jadi saya pikir ya ada (penambahan), ” ungkap Cicilia, di Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta Pusat, seperti dilansir dari Viva.

Tetapi, Cicilia malas mengatakan dengan cara detil, apakah perkembangan pelanggan millenial itu juga berlangsung pada Christian Dior. ” I cannot say bila di Dior seperti apa. ”

Dalam launching laporan terbarunya, yang berjudul, ‘Bling it on : What makes a millennial spend more’, Deloitte, firma penasihat keuangan serta konsultan internasional, temukan realita menarik berkenaan dengan alur berbelanja barang elegan pada generasi millenial. Survey ini berdasarkan lebih dari 1. 000 milenial, berumur 20-30 tahun, di Amerika, Inggris, Italia serta China.

Salah satu yang cukup menarik yaitu kalau nyatanya generasi milenial Amerika ketinggalan jauh di belakang negara beda dalam pembelian barang fesyen atau barang elegan kelas atas. Lebih dari seperempat millenial Amerika memberikan laporan tak lakukan pembelian barang mewah sebesar USD$ 500 atau lebih dalam 12 bulan terakhir.

Millenial China menempati posisi pertama (57, 7 %), dengan lakukan pembelian minimum satu barang elegan dalam 12 bulan paling akhir. Secara rata-rata, sejumlah 50, 1 % generasi millenial membeli minimal satu barang elegan dalam setahun terakhir.

Walau ketertarikan untuk beli barang elegan termasuk cukuplah tinggi, masih tetap menurut survey yang sama, generasi millenial tetaplah menekankan kwalitas dikala beli beberapa barang elegan. Generasi ini dengan cara cermat juga akan lihat serta memperbandingkan kwalitas dan selisih harga lewat perbandingan dengan cara online dan forum diskusi.

Secara global, nyaris 40 % konsumen generasi millenial mengemukakan, kwalitas adalah elemen paling penting yang menarik perhatian mereka. Nyaris dua kali lipat pembagian yang mengutip segi kemewahan yang paling menarik berikutnya, kekhasannya. Hal semacam ini juga yang diungkapkan oleh Cicilia.

” Mereka tertarik yang autentik, jadi tidak dapat suatu hal yang umum saja. Mereka ingin simak suatu hal yang original. Jadi mereka generasi yang transparan karna mereka dapat terhubung seluruhnya info real time serta trending-nya apa, ” kata Cicilia.

Untuk itu, lanjut Cicilia, hal paling penting untuk satu merk dalam tawarkan barang elegan pada pelanggan milenial dengan tawarkan pengalaman yang berlainan. Barang yang di tawarkan, musti jadi yang pertama terpikirkan oleh milenial ketika membeli satu barang elegan.

” Mereka itu bila beli satu product, apa experience yang dapat mereka terima, mereka tidak cukup gitu, contoh di servisnya atau mereka dapat go to digital, jadi value add-nya, satu yang express me. Mesti ada strong point of view, yang related serta culture masih jadi satu yang value added. ” (ndi)

LEAVE A REPLY