Irish Bella berhijab.

IDNEWS.CO.ID – Irish Bella dan Ammar Zoni tengah berduka karena harus merelakan kepergian bayi kembarnya saat usia kehamilan Irish sudah menginjak 27 minggu. Beberapa penyebab meninggalnya bayi kembar pasangan ini pun mulai terkuak.

Spesialis Obstetri dan Ginekologi Subspesialis Fetomaternal dr. Gatot Abdurrazak, Sp.OG selaku Dokter Penanggung Jawab (DPJP) menjelaskan kronologi kesehatan Irish Bella.

“Jadi Irish datang hari Jumat pagi udah stage 4 (kondisi bahaya). Janin yang resipien (penerima darah) udah bengkak jantungnya. Seluruh tubuh bengkak dan pertumbuhannya kecil. Bayi meninggal di dalam, itu akibat dari sebagian plasenta yang lepas, solusio plasenta,” ungkap dr. Gatot ketika jumpa pers, Senin 7 Oktober 2019.

Berdasarkan penjelasan dr. Gatot, solusio plasenta disebabkan karena preeklamsia yang disebabkan mirror syndrom. Di mana tekanan darah naik dan membuat plasenta lepas hingga aliran darah tidak lancar ke bayi.

“Plasenta lepas dengan cepat. Untuk kehamilan kembar, plasenta satu tali pusat dua. Bayi kembar donor resipien ini namanya TTTS,” lanjut dr. Gatot.

Sebelumnya pada bulan September, Irish juga sempat alami perdarahan yang diduga akibat Infeksi Saluran Kemih. Meski begitu, dokter menyatakan penyebab perdarahannya bukan karena ISK melainkan banyak faktor yang bisa memicu terjadinya perdarahan hingga menyebabkan bayi meninggal dunia di dalam kandungan ibu.

Solusio Plasenta

Seeperti diungkapkan oleh dr Gatot terjadi solusio plasenta yang menyebabkan bayi kembar Irish Bella meninggal dunia. Solusio plasenta sendiri adalah suatu kelainan pada plasenta yang bisa juga memicu perdarahan terjadi. Kondisi ini terjadi akibat terlepasnya plasenta dari dinding rahim saat kehamilan terjadi. Akibatnya, hal tersebut bisa membahayakan ibu dan bayi dimana bisa memicu perdarahan hebat pada ibu hing?a mengurangi suplai nutrisi dan oksigen pada bayi.

Salah satu gejala solusio plasenta yaitu kontraksi rahim seperti akan melahirkan. Penyebab solusio plasenta sendiri bisa disebabkan beberapa hal namun yang paling umum yaitu tekanan darah ibu yang tinggi.

Preeklamsia

Diketahui tekanan darah Irish Bella saat operasi mencapai 180/90. Untuk kelompok tekanan darah tinggi sendiri, dimulai sejak angka 140/90. Normalnya tekanan darah berkisar antara 100/70 hingga 120/80.

Dikutip laman alodokter, kondisi ini adalah komplikasi saat kehamilan yang ditandai dengan tekanan darah tinggi. Gejalanya cenderung muncul di usia kehamilan memasuki pekan ke 20 atau lebih.

Mirror Syndrome

Dokter juga menyebutkan mirror syndrome diakibatkan o?eh tekanan darah tinggi yang dialami Irish. Kondisi ini terjadi pada kehamilan saat janin memiliki kelebihan cairan yang tidak normal dan ibu mengalami preeklamsia.

Maka itu, Irish didiagnosis alami sindrom cermin ini karena terdapat dua kondisi, baik pada ibu dan janin yang terjadi selama masa kehamilan. Tentu hal ini bisa berbahaya pada janin dan calon ibu jika tidak ditangani dengan tepat.

Twin tò Twin Transfusion Syndrome

Kondisi ini terjadi akibat terlalu banyak koneksi darah satu arah sehingga aliran darah tidak merata pada janin kembar. Penumpukan cairan darah ini menempatkan beban pada organ hati dan kemudian menekan janin kembar lainnya. Di sisi lain, janin kembar tersebut tidak menerima darah yang cukup sehingga tak dapat tumbuh dengan baik.

Infeksi Saluran Kemih (ISK)

Dikutip laman Parents, ISK yang tak tertangani dengan tepat bisa memicu masalah ginjal lebih serius. Komplikasi pada ginjal ini yang bisa membuat efek berbahaya pada ibu dan janin.

Dikatakan dr. Michele Hakakha, masalah ini bisa berdampak tiga hal antara lain infeksi pada peredaran darah yang akan sangat cepat menyebar ke organ lain atau disebut sepsi, pneumonia, dan lahir prematur. Ketiga kondisi ini akan sangat berbahaya bagi ibu dan janin.

LEAVE A REPLY