IDNEWS.CO.ID – Wabah virus corona telah menyebar ke seluruh belahan dunia dan terus memakan korban tiap harinya. Tentu saja, kejadian ini dapat dikatakan sebagai ujian yang berat bagi seluruh pemimpin dunia. Bagaimana tidak, seluruh masyarakat di negaranya masing-masing sangat bergantung pada kebijakan yang diambil dari pemimpin negara tersebut.

Leadership menjadi hal yang krusial dalam penganangan virus corona. Berbagai pemimpin di dunia telah melakukan berbagai upaya, guna menurunkan angka korban. Namun dalam perkembangannya, kebijakan yang diambil berbegai negara membuahkan hasil yang berbeda-beda, ada yang berjalan efektif, dan ada pula yang sebaliknya.

Menangani sebuah negara pada saat keadaan genting merupakan perkara sulit bagi seorang pemimpin. Merujuk Arjen Boin dan Paul’t Hart (2003) dalam jurnalnya yang berjudul Public Leadership in Times of Crisis: Mission Impossible?

Mengemukakan bahwa sulitnya mengendalikan sebuah negara dalam situasi krisis, disebabkan oleh munculnya tekanan dari berbagai pihak, informasi yang tidak akurat, bahkan munculnya kekacauan dalam tubuh pemerintah itu sendiri.

Beberapa negara dapat dikatakan dapat mengendalikan pandemik virus corona, sebut saja Taiwan, Selendia Baru, Korea Selatan, dan Jerman. Tentu saja, hal ini membuat orang-banyak orang bertanya-tanya, apa yang dilakukan pemimipin keempat negara tersebut sehingga dengan efektif menekan angka penyebaran virus corona?

Kesiapan dan kewasapadaan merupakan faktor terpenting dalam penanganan pandemik ini. Berkaca pemimpin Taiwan, Tsai Ing-wen, sejak kemunculan virus ini pertama kali di China. Ia segera mengimplementasikan 124 tindakan untuk memblokir penyebaran virus dalam rentang waktu lima minggu sebagai upaya melindungi masyarakatnya.

Tidak hanya itu, Taiwan juga belajar dari masa lalu, di mana kala itu Taiwan adalah salah satu negara yang terkena dampak paling parah dari virus SARS tahun 2003. Sejak saat itulah Taiwan mulai menyusun sistem perawatan kesehatan terbaik untuk mengantisipasi munculnya kejadian yang serupa.

Selain Taiwan, Selandia Baru juga melakukan respon yang cepat dalam pegangan virus corona. Dilansir dan The Atlantic, Jacinda Ardern selaku Perdana Menteri Selendia Baru disebut sebagai pemimpin terbaik dalam melawan virus corona. Ardern langsung memberlakukan kebijakan wajib isolasi mandiri selama 14 hari saat ketika hanya baru ada enam kasus di negara tersebut. Lima hari berikutnya Ardern mengeluarkan kebijakan larangan bagi orang asing yang memasuki negara tersebut. (ndi)

LEAVE A REPLY