Ilustrasi garis polisi. Foto: Tribunnews.com

IDNEWS.CO.ID – Belasan korban arisan dan investasi yang di duga bodong, mendatangi gedung Satreskrim Polres Serang Kota. Lantaran, salah satu pelaku ditangkap dengan cara di jebak oleh korbannya.

Orang yang melakukan penjebakan dan juga korban mengaku telah merugi ratusan juta. Uang yang diberikan ke pasangan suami istri itu untuk investasi bodongnya mencapai Rp80 juta, sedangkan nilai arisannya mencapai Rp135 juta.

Karena kesal, dia meminta suaminya untuk menghubungi Al dengan dalih akan kembali menginvestasikan uangnya senilai Rp60 juta. Syaratnya, Al harus mengajak istrinya Ys untuk bersama-sama mengambil uang tersebut.

“Ternyata datengnya sendirian, istrinya di umpetin sama suaminya. Ya sudah saya tangkap dulu suaminya. Yang namanya suami istri, pasti tahulah dimana istrinya,” kata korban bernama Alin (28 tahun), ditemui di Kantor Satreskrim Polres Serang Kota, Selasa 3 Desember 2019.

Korban lainnya, Devi (32 tahun), merugi dengan nilai Rp60 juta. Devi investasi uangnya sebesar Rp30 juta, dengan cara mentransfer dua kali, pertama senilai Rp20 juta dan kedua kalinya sebesar Rp10 juta.

“Saya kan dapet arisan Rp60 juta, cuma ditransfer Rp30 juta. Sisanya enggak tahu kemana sama dia (Al dan Ys). Saya ikut arisan dari Januari 2019,” terang Devi, di tempat yang sama.

Korban lainnya bernama Elvina (34 tahun). Wanita karir yang tinggal di wilayah Tangerang ini bercerita kalau pelaku penipuan berinisial Ys merupakan teman kecilnya. Elvina bahkan merugi hingga Rp360 juta, yang ditransfer ke rekening Ys maupun Al sejak 2018.

Awalnya Elvina di ajak oleh Ys berbisnis catering dan berjalan lancar. Namun saat Elvina menambahkan nilai investasinya, baik modal maupun keuntungannya tak pernah kembali. Korban awalnya tak mau ambil pusing.

Elvina kemudian diajak arisan yang pengumuman pemenangnya melalui akun Instagram (Ig) khusus kelompok tersebut.

“Saya juga ikut arisan yang adminnya cewek ini, kalau arisan online enggak selalu online, tapi dikocoknya live IG. Tapi kadang kita ketemu, tapi saya enggak kenal satu sama lain. Ada yang (ikut arisan) Rp100 juta, ada yang Rp250 ribu seminggu, ada yang Rp20 juta,” terang Elvina.

Elvin menjelaskan kalau Ys membagi kelompok arisan sesuai nominal. Namun anggotanya tak hanya kisaran 10 sampai 20 orang setiap group. Namun dia tak hafal jumlah kelompok atau group arisan teman SD yang sudah menipunya tersebut.

“Kalau yang ada di group itu kalau saya totalin sekitar ada Rp2 miliar. Jadi di luar group itu bukan sama arisan, itu hanya investasi aja. Kalau termasuk arisan, bisa sampai Rp5 miliar mungkin yah,” jelasnya.

Hingga berita ini ditulis, para korban masih terus berdatangan ke kantor Satreskrim Polres Serang Kota dan masih dilakukan pendataan. Pihak kepolisian masih enggan dimintai keterangan, lantaran korban dan terduga pelaku penipuan masih dimintai keterangannya. (ndi)

LEAVE A REPLY