IDNEWS.CO.ID –¬†Sebagian besar orang mengkaitkan gejala hipertensi dengan sifat yang gampang emosi dan gampang marah. Selain itu dikatakan marah bisa membuat seseorang terkena hipertensi. Benarkah demikian?

“Jawabnya tegas, di semua literatur tidak ada ditulis. Marah-marah itu genetik, kebiasaan. Bahwa dia sakit kepala karena hipertensi jadi marah mungkin saja tetapi sebetulnya tidak,” kata Ketua Perhimpunan Hipertensi Indonesia, dr Tunggul Situmorang, SpPD-KGH pada IDNEWS.CO.ID, baru-baru ini.

dr Tunggul menambahkan, bahkan gejala hipertensi seperti kepala pusing dan berat bisa jadi salah karena hipertensi terkadang tidak memiliki keluhan.

“Makanya ini silent killer, bahkan banyak orang yang dengan bangganya mengatakan ‘saya 160-180 tidak merasa apa-apa’, seperti hebat. Walau sebenarnya dia itu yang paling bernasib sial,” imbuhnya.

Jadi penegasan, dr Tunggul berujar tidak ada orang yang punya pembuluh darah kebal. Hipertensi memang tidak bergejala, tetapi efeknya akan dirasakan jangka panjang sebab penyakit ini akan memicu serangan jantung dan stroke.

“Itu yang perlu diwaspadai makanya harus di cek tekanan darahnya,” ujarnya.

(ria)

LEAVE A REPLY