Ilustrasi impotensi pada Pria. Foto: Google Sites

IDNews.co.id – Sekarang ini, beberapa orang sudah mengetahui beragam aspek terpenting yang berisiko menyebabkan serangan jantung, seperti berat badan berlebihan, tingginya tekanan darah dan kolesterol, kebiasaan merokok, dan minimnya olahraga.

Dalam sebuah riset yang diterbitkan dalam jurnal Circulation, peneliti mengatakan mereka sudah mendokumentasikan faktor beda yang bisa bantu mengidentifikasi pria dengan resiko teratas pada masalah jantung, yaitu disfungsi ereksi.

Diambil dari Time. com pada Rabu (13/6/2018), riset ini mengarah kelompok responden diisi 1. 900 orang pria, dengan kisaran umur 60 sampai 78 tahun.

Diketahui kalau mereka yang mengalami disfungsi ereksi, dua kali lebih mungkin terkena serangan jantung dan stroke, dibanding pria sehat.

Sekitar 20 persen pria diatas umur 20 –yang mengalami disfungsi seksual– di Amerika Serikat (AS), diketahui populasinya lebih tinggi dibanding golongan Adam yang berumur lebih tua.

Penyebabnya keadaan itu beragam, termasuk dampak psikologis terkait stres, dan faktor fisik dan biologis yang terkait dengan system aliran darah dan saraf.

Namun di bagian beda, para peneliti mengalami kesusahan untuk mencari tahu, apakah disfungsi ereksi yaitu masalah aliran yang terkait dengan jantung, atau apakah keadaan itu malah pemicupenyakit jantung.

Dalam studi paling baru, Dr. Michael Blaha, direktur riset klinis untuk Johns Hopkins Ciccarone Center, dan rekan-rekannya melakukan analisa yang paling cermat untuk mempertimbangkan faktor-faktor pembaur.

Mereka akhirnya menemukan kalau disfungsi ereksi memang adalah faktor resiko penyakit jantung.

Para peneliti sesuaikan dampak obesitas, merokok, tekanan darah tinggi dan kadar kolesterol tinggi, diantara faktor-faktor beda, yang bisa berperan pada disfungsi ereksi dan penyakit jantung.

Bahkan setelah mempertimbangkan faktor-faktor ini, mereka menemukan kalau disfungsi ereksi berperan dengan berdiri sendiri pada resiko masalah jantung yang lebih tinggi. (ndi)

LEAVE A REPLY