Ilustrasi anak menunggu berbuka puasa. Foto: Tribunnews.com

IDNews.co.id – Terkecuali untuk melaksanakan ibadah, nyatanya puasa mempunyai faedah yang gemilang dalam keluarkan toksin atau racun pada badan.

Hal itu disibakkan buku ‘Terapi Puasa’ karya Dr. Abdul Jawwad Ash-Shawi, satu diantara staf peneliti dalam Instansi Kemukzizatan Sains, Al Quran, serta Sunah.

Dalam bukunya ditulis kalau toksin-racun yang lolos dari liver umumnya terserap sekali lagi ke pada badan serta diam dalam jaringan lemak.

” Saat berpuasa, badan menggiring lemak menuju liver jadi toksin-racun yang berada di dalamnya dapat kembali terpisah, untuk selanjutnya dibuang, ” katanya dalam bukunya.

Lebih lanjut, dianya menyebutkan kalau pas puasa, sel badan ada pada tingkat kekuatan terpuncak untuk melaksanakan pekerjaan.

Mengacu pada riset bab terapi yg dikerjakan oleh beberapa peneliti terdahulu, Dr. Abdul menyebutkan kalau racun atau toksin, kalau jumlahnya telah berlebihan, mau menumpuk serta mengakibatkan toksemia atau keadaan keracunan dalam darah yang bisa menyebabkan penyakit.

Memang badan telah mempunyai mekanisme sendiri dalam mengatasi racun seperti berkeringat, berkemih serta buang air besar sebagai detoksifikasi atau pengeluaran toksin dari badan dengan alamiah.

Cuma saja, langkah tersebut tdk dan merta menyelesaikan problem. Ada saja penyebabnya yang buat mekanisme alamiah barusan terganggu.

Puasa yang dikerjakan di bln. Ramadan sebagai langkah gampang serta aman dalam melaksanakan detoks pada badan.(ndi)

LEAVE A REPLY