IDNews.co.id – Memiliki kulit mulus menjadi idaman setiap orang. Tidak cuma wanita namun juga pria. Bukanlah cuma jerawat yang dianggap merusak tampilan. Timbulnya tahi lalat kecil di leher serta muka dalam jumlah yang banyak pula sering buat seorang merasa tidak yakin diri.

Tahi lalat kecil atau dimaksud juga skin tag adalah daging tumbuh bertangkai yang umumnya menggantung dari kulit. Skin tag ini tidak beresiko, kerap ditemukan di leher, dada, punggung, ketiak, bawah payudara atau selangkangan. Skin tag ini kerap muncul pada wanita, terutama yang baru mengalami kenaikan berat tubuh, dan pada orangtua. Skin tag ini umumnya tidak membawa dampak rasa nyeri, kecuali disaat mengalami iritasi atau gesekan dari kalung atau pakaian, maupun disaat terjepit.

Menurut Dokter Aesthetic dari Cyn Clinic House of Beauty, dr. Cynthia Jayanto tahi lalat yang tumbuh banyak di sisi leher dan wajah, dapat juga muncul karna perihal genetik. Ini adalah kelainan kulit yang sering buat penderitanya terasa tidak nyaman serta merusak tampilan.

” Karena merusak tampilan, sering banyak pasien yang datang menginginkan buang tahi lalat ini. Umumnya dari mereka juga terasa cemas misalnya satu kala tahi lalat makin membesar. Padahal ini sejujurnya tidak beresiko, ” tutur dr. Cynthia seperti dilansir Viva.

Meski tidak beresiko, tetapi misalnya diobati melalui langkah yg tidak pas, sering malah menyebabkan iritasi. Beberapa orang, lanjutnya, berupaya buang tahi lalat kecil dengan memanfaatkan kapur sirih serta sabun colek. Tetapi yang berjalan, akhirnya malah sering buat kulit makin rusak serta iritasi.

” Semakin lebih baik konsultasi ke dokter serta pilih perlakuan yang pas supaya tidak iritasi, ” pungkasnya sekali lagi.

Dia menyampaikan, ada beberapa cara penanganan permasalahan skin tag. Di beberapa klinik kecantikan, permasalahan kelainan kulit ini dapat diatasi dengan Cauter Treatment yang berguna menangani kelainan pada kulit dengan kekuatan listrik untuk membuang kelainan-kelainan pada kulit seperti Skin Tag, Keratosis, Seboroik, Keratosis Pilaris, Syrigioma, Lentigo Senilis.

Tetapi, lanjut Cynthia untuk yang miliki masalah kesehatan seperti diabetes dan keloid, tidak disarankan. Mereka yang dapat jalankan treatment ini yang berumur diatas 18 tahun.

” Sebelum treatment umumnya dokter juga akan lihat kondisi tahi lalatnya seperti apa. Lalu sebelumnya cauter dilakukan, umumnya pasien juga akan diberi cream judulal jadi anestesi. Dapat pula dengan suntikan. Sistem pengerjaan juga tidak sampai satu jam. ”

Setelah sistem pelaksanaan usai, Cynthia juga menyampaikan, umumnya sisa luka tidak bisa terserang air selama 1 hari. Setelah itu, pasien tidak disarankan konsumsi seafood untuk hindari permasalahan alergi serta gatal.

” Jika masalah skin tag bukan karena perihal genetik, sehabis treatment ini tidak lagi tumbuh sekali lagi. Tetapi tergantung pola hidup pasien, ” pungkasnya. (ndi)

LEAVE A REPLY