IDNEWS.CO.ID – Sebuah perusahaan di Guizhou, China, dikritik habis-habisan karena memaksa para karyawannya makan ikan hidup dan minum darah ayam karena gagal mencapai target. Kabar hukuman ekstrem kepada karyawan toko bahan bangunan di Guizhou ini menjadi perbincangan publik setelah sebuah video yang memperlihatkan kekejaman itu bocor di dunia maya.

Video tersebut memperlihatkan seorang pria membagikan ikan hidup dari ember plastik kepada puluhan karyawan dan memerintahkan mereka untuk menggigitnya hingga terbelah. Video itu juga memperlihatkan para karyawan yang malang harus meminum cairan aneh yang dikabarkan sebagai darah ayam. Mereka terlihat meringis dan muntah-muntah karena jijik.

Ketika dihadapkan dengan bukti video itu, seorang juru bicara perusahaan tidak mengelak kalau kejadian itu memang benar ada, tapi ia mengklaim kalau para karyawan dengan suka rela melakukannya.

Dilansir laman Oddity Central, seorang perwakilan dari toko bangunan yang besar itu mengatakan pada Beijing News bahwa insiden itu terjadi pada 4 Agustus dan melibatkan sekitar 20 karyawan yang gagal mencapai kuota penjualan. Tapi, dia menekankan kalau para karyawan suka rela memakan ikan hidup itu dan meminum darah ayam yang dianggap sebagai bentuk motivasi untuk melakukan lebih baik lagi di masa datang.

Pernyataan itu pun diperkuat oleh South China Morning Post dalam sebuah video. Di sana mereka mengklaim bahwa sebagian besar partisipan adalah pemilik toko yang memutuskan untuk menghukum diri mereka dengan memakan ikan hidup dan minum darah binatang. Tapi, para pengguna media sosial meragukannya.

Setelah video hukuman itu viral di dunia maya, departemen tenaga kerja lokal mengatakan kepada wartawan bahwa mereka sudah memulai investigasi atas insiden ini. Tapi, jika kejadian serupa di masa lalu pernah ada, pemilik perusahaan dan para manajernya tidak akan menghadapi hukuman yang berat.

Ritual serupa untuk mempermalukan karyawan agar memiliki kinerja yang baik merupakan hal biasa di China. Meskipun Undang Undang tenaga kerja melarang pemilik perusahaan untuk mempermalukan karyawan dan memaksakan hukuman. Beberapa tahun belakangan, sejumlah pemilik perusahaan diketahui memaksa para pekerja mereka untuk merangkak di hadapan umum dan makan cacing atau kecoak hidup karena gagal memenuhi target penjualan.

Seperti biasa, warganet China mengutuk tindakan para pemilik perusahaan itu. Tapi, jika pemerintah tidak turun tangan, kemarahan publik tidak akan menghentikan insiden serupa.

“Hukuman ini adalah hal biasa di kalangan perusahaan yang menjual material bangunan. Saya benar-benar tidak tahu bagaimana para bos ini terpikir hal tersebut…’Sukarela?’ Lebih seperti takut kehilangan pekerjaan mereka. Bos-bos jahat ini sesat,” tulis salah seorang pengguna Weibo. (nsa)

LEAVE A REPLY