Pasangan bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumsel Dodi Reza Alex Noerdin (kir)-Giri Ramandha Kiemas (kanan) berpidato di hadapan para pendukungnya saat deklarasi di Monumen Perjuangan Rakyat. Foto: Antara

IDNews.co.id – Debat umum putaran kedua calon gubernur dan wagub Sumatra Selatan didesain berlainan daripada sebelumnya. Ditata sangsi tegas seperti pertandingan sepakbola jika ada calon yang tidak mematuhi ketentuan debat.

Moderator yang tampil sebagai wasit diberi wewenang penuh untuk menyapa sampai memberikan sangsi tegas pada setiap pelanggaran pasangan calon. Moderator diberi kartu kuning dan kartu merah. Sangsi paling berat adalah di keluarkan dari komunitas debat yang diikuti dengan kartu merah.

” Seperti pertandingan sepakbola, moderator akan mengantongi kartu kuning dan kartu merah di debat Pilgub Sumsel. Untuk yang bisa dua kartu kuning atau kartu merah segera disuruh keluar dari acara debat, ” kata Ketua KPU Sumatra Selatan, Aspahani, di Palembang.

Menurut Aspahani, ketentuan memberikan wewenang pada moderator debat berdasarkan hasil rapat koordinasi persiapan debat calon kedua. Dalam rapat itu juga di hadiri tim pemenangan pasangan calon dan Kepolisian.

” Moderator debat di beri wewenang menyapa bahkan keluarkan peserta debat yang tidak mematuhi keamanan dan ketetapan debat. Terkait hal ini, kami sudah bekerjasama dengan pihak Kepolisian, ” katanya.

Dalam Rakor itu juga disetujui kalau pasangan calon dilarang mondar-mandir di panggung atau meninggalkan tempatnya saat menyampaikan paparan dan selama debat berjalan. Ketentuan itu dibuat karena debat ditayangkan segera di televisi. Calon yang mondar-mandir di kuatirkan menghambat kamera menyorot calon beda.

Ahmad Naafi, Komisioner KPU Sumsel, menjelaskan kalau debat kedua mengusung topik Mewujudkan Daya Saing Daerah yang Maju dan Paling depan untuk Kesejahteraan dan Kemakmuran Sumatera Selatan.

Sub topiknya, mengelola wilayah Sumsel, tata kelola pemerintah yang bersih dengan terpadu, tepat tujuan saat dan hasil yang diinginkan. Lalu mewujudkan SDM yang unggul dengan kebijakan di bagian pendidikan, kesehatan, keagamaan, ketanagakerjaan dan jiwa entrepreunership yang tinggi.

Debat calon kedua digelar di Hotel Wyndham Jakabaring pada 21 Juni 2018. Debat dimulai jam 19. 00 WIB. Esensi debat itu lebih konsentrasi menggali program favorit masing-masing pasangan calon.

Panitia akan mendatangkan lima panelis yang mumpuni di bagiannya, seperti dari LIPI, KPK dan sebagainya. Sementara tamu undangan yang disediakan mencapai 600 orang, mewakili semuanya elemen orang-orang, mulai kelompok kepala daerah, legislatif, mahasiswa, pemuda, pengemudi ojek, bidan, dan sebagainya.

” Pada prinsipnya debat calon ini dapat jadi rujukan orang-orang pilih pemimpin paling baik untuk Sumsel, ” tutur Naafi.(ndi)

LEAVE A REPLY