Bisnis Pariwisata Masih Menggiurkan Saat Ini
Bisnis Pariwisata Masih Menggiurkan Saat Ini

IDNews.co.id – Bisnis pariwisata masih menggiurkan di masa modern dan globalisasi sekarang ini. Banyak wisatawan luar serta lokal datang ke sejumlah obyek wisata di Tanah Air.

Hal itu juga buat pelaku pendidikan di Tanah Air meningkatkan sayapnya di bagian pariwisata. Terlebih sekarang ini pariwisata jadi usaha paling menggairahkan.
Hal itu buat Kampus Prasetya Mulya juga buka program studi (Prodi) bisnis pariwisata.

Rektor Kampus Prasetiya Mulya, Djisman S. Simandjuntak resmikan pembukaan prodi dengan seminar bertema Tourism Higher Education in Facing Global Business Challenges (Pendidikan Tinggi Pariwisata Hadapi Tantangan Usaha Global) di Sekolah Usaha serta Ekonomi Universitas Prasetiya Mulya, Kampus Cilandak.

Satu diantara pembicara seminar ada Mari Elka Pangestu, mantan Menteri Pariwisata serta Industri Kreatif di masa Kabinet Indonesia Menyatu II.

“Saya sangat menghormati perkembangan industri pariwisata yang makin besar jumlahhya di dunia. Layanan leisure ini memanglah dahulu lebih ke arah hedonis sifatnya, bahkan juga cenderung ke sensual leisure. Namun ada gerakan besar kini yang jadikan pariwisata sebagai kultur, ” terang Djisman.

Djisman juga memiliki pendapat, pariwisata yang kini berkembang serta ikut andil dalam perubahan hidup manusia butuh selalu didalami.

“Inilah yang dimaksud eudaimonia (dari bhs Latin “spirit kebaikan”) services. Service eudemonia ini makin besar kini, yang begitu memerlukan banyak SDM andal di bagiannya, ” tuturnya seraya beri tambahan bermacam permasalahan pariwisata di Indonesia yang memerlukan pendalaman pengetahuan spesial serta menyeluruh, mengingat sebagian pertanyaan di dekade silam terkait keilmuan pariwisata yang cakupannya demikian luas, serta tak khusus.

Pendapat Djisman dipertegas I Gde Pitana, Deputi Bagian Pengembangan serta Pemasaran Pariwisata Kementerian Pariwisata yang juga ada sebagai pembicara.
“Iya benar, (pariwisata) ini yaitu pengetahuan. Dan kita miliki banyak pekerjaan untuk meningkatkan pengetahuan ini, ” ungkap Pitana seraya beri tambahan sampai kini masih tidak sering pekerja profesional pariwisata yang berlatar belakang pendidikan tinggi khusus pariwisata.

Disamping itu Agus W. Soehadi, Dekan Sekolah Usaha serta Ekonomi Kampus Prasetiya Mulya menambahkan bidang pariwisata memang baru disadari sebagai pengetahuan yang butuh diajarkan di Indonesia di tahun 2008.

“Bandingkan di negara-negara maju yang telah lama tekuni pengetahuan ini serta membangun industri pariwisata mereka yang maju cepat, ” kata Agus W. Soehadi. (*)

LEAVE A REPLY