BlackBerry Foto: Daily Express

IDNews.co.id – BlackBerry Limited (NYSE: BB; TSX: BB) berkolaborasi dengan Optus
Business untuk meluncurkan platform BlackBerry Workspaces yang dirancang untuk institusi riset Melanoma Institute Australia (MIA).

Setelah sukses melakukan uji coba, Melanoma Institute Australia yang merupakan pelopor pencegahan dan penyembuhan melanoma melalui penelitian, pengobatan dan program pendidikan kelas dunia, kini menggunakan perangkat lunak tersebut untuk membantu para peneliti dalam membagikan data penelitian yang penting dan catatan kesehatan pasien secara aman dalam lingkungan peraturan yang ketat sehingga mendukung pengembangan
penelitian kanker kulit.

BlackBerry Workspaces digunakan oleh MIA sebagai platform penyimpanan dan berbagi file yang aman untuk para dokter, peneliti, dan pemangku kepentingan eksternal. Hanya pihak-pihak yang telah disetujui, seperti ilmuwan dan dokter dari berbagai rumah sakit, yang dapat mengakses BlackBerry Workspaces untuk menyimpan dan berbagi data seperti rekam medis dan hasil uji klinis yang digunakan untuk menilai efektivitas perawatan dan pengobatan pasien. Platform yang terenkripsi dan mudah digunakan ini dapat membantu para peneliti dalam berbagi data klinis secara tepat waktu, mengurangi risiko kebocoran data, meningkatkan kesembuhan pasien, dan mempercepat upaya penelitian.
Ernie White, Chief Information Officer dari Melanoma Institute of Australia mengatakan,

“Kami memiliki prioritas untuk meningkatkan perawatan melanoma, sehingga setiap teknologi baru harus mampu mendukung segala upaya klinis yang dilakukan oleh dokter kami. Selain memperluas jaringan penelitian, Melanoma Institute Australia juga melakukan berbagai upaya agar para peneliti kami dapat bekerja dengan leluasa dalam lingkungan yang sarat peraturan namun tetap mempertahankan integritas data. BlackBerry Workspace memiliki keseimbangan antara tingkat keamanan yang ramah dan mudah digunakan, serta sejalan dengan peraturan yang berlaku dan sesuai dengan misi kami dalam melakukan transformasi digital.”

Data terbaru Globocan 2018 dari World Health Organization's International Agency for Research on Cancer’s (IARC) menunjukkan bahwa Australia dan Selandia Baru merupakan dua negara dengan risiko melanoma tertinggi di dunia. 75% kematian di Australia diakibatkan oleh melanoma dan penyakit kanker kulit dengan total biaya perawatan yang tinggi hingga $201 juta setiap tahunnya, dan belum terisolasi. Angka kejadian melanoma invasif juga terus meningkat sebesar 3% setiap tahunnya di Amerika Serikat, Inggris, Swedia, dan Norwegia. Meningkatnya prevalensi penyakit 2 melanoma di seluruh dunia membuktikan betapa pentingnya kerja sama antara para peneliti di
dunia untuk menghadapi permasalahan ini.

, “BlackBerry bekerja sama dengan organisasi kesehatan dan institusi penelitian di seluruh dunia untuk melindungi data, mengelola risiko, dan meningkatkan efisiensi sehingga dapat membantu para dokter, tenaga medis, dan peneliti dalam merawat pasien dan menyelamatkan jiwa. Kami merasa senang melihat BlackBerry Workspaces dapat mendukung Melanoma Institute Australia terkoneksi secara aman untuk mengembangkan hasil penelitian di Australia dalam menghadapi masalah kesehatan global yang semakin kompleks.” ujar Sara Jost, Global Healthcare Industry Lead di BlackBerry.

BlackBerry Workspaces merupakan platform yang aman untuk menyimpan, berbagi, dan
menyinkronisasi file sehingga dapat meningkatkan produktivitas kerja dan kolaborasi tim. Dengan platform ini, dokter dan ilmuwan dapat menyusun data dari rekam medis dan hasil uji klinis untuk menilai efektivitas perawatan pasien.

Data yang ada dalam platform dapat dibagikan dengan cepat kepada pihak internal maupun eksternal, termasuk ilmuwan dan dokter yang tergabung dalam jaringan. Dengan memudahkan kolaborasi dengan cara yang aman, BlackBerry dapat membantu peneliti berbagi data klinis secara tepat waktu dan mengurangi risiko kebocoran data, meningkatkan kesembuhan pasien, mempercepat upaya penelitian, serta memastikan kepatuhan terhadap peraturan.

“Layanan kesehatan merupakan salah satu sektor yang paling rentan terhadap kebocoran data di Australia. Optus bekerja sama dengan organisasi terkemuka di dunia dalam rangka memperkuat pertahanan serta menyediakan solusi aman dan terpercaya yang dapat membantu para klien melakukan transformasi digital. Kami senang dapat bermitra dengan BlackBerry dan Melanoma Institute Australia untuk mengimplementasikan BlackBerry Workspaces dalam rangka mengurangi risiko keamanan, meningkatkan kerja sama, dan mempercepat hasil.” ujar John Paitaridis, Managing Director Optus Business.

Perkembangan Baru dari BlackBerry Workspaces Pada bulan Agustus 2018, BlackBerry mengumumkan bahwa platform keamanan tingkat tinggi yang dimiliki telah dilengkapi dengan ransomware recovery capability, yaitu sebuah kemampuan pemulihan diri dari serangan ransomware yang dapat membantu perusahaan untuk kembali bekerja
dengan cepat setelah terjadinya serangan siber. Fitur baru yang telah diintegrasikan ke dalam BlackBerry Workspaces ini membantu perusahaan untuk membatasi kerusakan serangan ransomware dengan membekukan akun pengguna yang terkena serangan siber apabila ada komputer dan file yang disinkronkan terinfeksi sebuah ransomware. Hal ini sangat penting untuk kelangsungan bisnis dan meminimalkan biaya dan gangguan.

3 BlackBerry membantu melindungi perusahaan dari ransomware dengan menyediakan berbagai penawaran perangkat lunak yang aman seperti BlackBerry Workspace, bermitra dan melakukan integrasi mendalam bersama dengan beberapa vendor aplikasi pendeteksi ancaman seluler, serta menawarkan keahlian keamanan cyber melalui BlackBerry

Cybersecurity Consulting, yang dapat memberikan penilaian kesiapan dalam menghadapi ransomware dan membantu perusahaan menganalisa ancaman dan merancang strategi keamanan siber untuk mengurangi serangan siber.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai BlackBerry Workspaces, silakan kunjungi laman ini. Untuk informasi lebih lanjut tentang Melanoma Institute Australia, silahkan kunjungi laman ini. (ndi)

 

LEAVE A REPLY