Ilustrasi alat pendeteksi gempa. Foto: Harapan Rakyat

IDNEWS.CO.ID – BMKG Pasang alat Cadangan Sistem Peringatan Awal Tsunami Indonesia (InaTEWS) dipasang di Bali. Pemasangan itu sebagai memperhitungkan apabila metode utama yang ada pada Kantor Pusat BMKG di Kemayoran Jakarta lumpuh karena musibah.

“Kami siapkan dengan skenario terjelek apabila Jakarta lumpuh karena musibah atau berbagai halangan, karenanya pengontrolan Metode Peringatan Awal Tsunami akan segera diambil ubah oleh BMKG Balai Besar Wilayah III di Denpasar,” kata Kepala BMKG Dwikorita Karnawati dalam tayangan wartawan yang diterima di Jakarta, Sabtu (16/11).

InaTEWS telah dioperasikan oleh BMKG di Kantor Pusat Kemayoran Jakarta sejak 2008. Pada tahun 2009 cadangan metode ini telah dibuat di Denpasar, Propinsi Bali.

“Waktu ini sensor yang telah bekerja sekitar 176 sensor, akan diperbanyak berubah menjadi 585 sensor di semuanya Lokasi Indonesia di tahun 2020,” lanjut Dwikorita.

Pada tahun 2019 di Propinsi Bali telah dibuat dua shelter seismik, dan sedang disiapkan untuk instalasi dua seismograf buat memperkokoh jaringan pengaman metode peringatan dini gempa bumi dan tsunami di Propinsi Bali. Dua shelter itu ada di Kecamatan Kintamani-Bangli dan Nusa Penida-Klungkung.

“Dua shelter ini dibuat sebagai bentuk suport BMKG pada perkembangan pariwisata Bali yang terus bertambah setiap tahunnya,” kata Dwikorita.

Dwikorita mengatakan jika Bali berubah menjadi satu diantara prioritas penguatan dikarenakan Bali sebagai tujuan wisata Internasional butuh memberikan merasa aman dan nyaman pada turis domestik ataupun asing. (ndi)

LEAVE A REPLY