IDNEWS.CO.ID – Intensitas hujan yang terjadi di beberapa wilayah akhir-akhir ini sangat tinggi, terutama di wilayah Jabodetabek. Meskipun hujan ekstrem pernah terjadi pada pergantian tahun 2020, ternyata Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika atau BMKG menyebut belum puncaknya.

Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati mengatakan, fenomena hujan ekstrem puncaknya terjadi di bulan Februari hingga Maret. “Fenomena ini diprediksi terjadi sampai Maret, bisa berlangsung di beberapa wilayah sampai April,” katanya.

Dwikorita menyebutkan, penyebab cuaca ekstrem ini adalah aliran udara basah yang masuk dari Samudera Hindia, yang berawal dari sebelah timur Afrika Selatan ke Indonesia. (fat)

LEAVE A REPLY