Ilustrasi Teroris. Foto: Kompasiana.com

IDNEWS.CO.ID – Deputi Deradikalisasi Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Irfan Idris mengatakan kalau orang yang melakukan aksi terorisme di Indonesia ada beberapa faktor. Namun yang utama ialah dikemas dengan pemahaman-pemahaman agama.

Menurut Irfan, mereka yang melakukan aksi terorisme dengan faktor agama, karena tidak memiliki pandangan yang luas berkaitan agama itu.

“Di negara (teroris) semakin banyak faktor ekonomi tetapi lebih dikemas tafsir agama, dengan jihad disasarkan satu arti. Tafsir pindah disasarkan satu arti, tafsiran thogut disasarkan satu arti. Serta tafsir kafir itu dipaksakan ke banyak orang, tidak hanya polisi,” kata Irfan saat diskusi di Jakarta Pusat, Sabtu (16/11/2019).

Menyaksikan pertanda saat ini, menurut Irfan, ada kenaikan tren yang dahulu para terorisme itu dilakukan oleh suami dan tidak bawa anak dan istrinya. Namun sekarang telah bawa keluarga.

Dalam peluang itu, dia menambahkan kalau pelaku intimidasi di negeri juga mereka acapkali belajar di sosial media. Menyebabkan, informasi yang diperoleh juga tidak terverifikasi secara baik.

“Orang-orang yang bimbang, yang sudah tertengarai (terkena), cari beberapa situs semacam itu. Setelah ditemukan, ya sudah, jadi ia,” katanya. (ndi)

LEAVE A REPLY