Ilustrasi anak makan sayur

IDNEWS.CO.ID – Selain ASI, Makanan Pendamping ASI juga menjadi asupan penting bagi nutrisi bayi yang menginjak usia 6 bulan. Pemberian MPASI tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan energi (kalori), vitamin dan mineral yang bertambah seiring pertumbuhan si kecil, tetapi juga memperkenalkan variasi makanan lain yang bisa dikonsumsi. 

Namun, kurangnya informasi dan pengetahuan yang dimiliki orangtua kerap membuat mereka keliru dalam menyiapkan MPASI. Hal ini tentunya akan berpengaruh terhadap tumbuh kembang si kecil. Lalu, seperti apa tips memberikan MPASI yang ideal? 

Menurut dokter spesialis anak, dr. Attila Dewanti, Sp.A (K) pada periode pengenalan MPASI, menu makanan harus memerhatikan tekstur, rasa, frekuensi dan porsi yang sesuai dengan tahapan usia anak. Ini karena rasa dan tekstur menu MPASI membantu melatih kepekaan indera pengecap anak dan mendukung stimulasi indera lainnya. 

Tidak hanya menu makanan utama, menu makanan selingan atau snack juga penting agar Si Kecil dapat mengenal semakin banyak rasa dan variasi zat gizi yang masuk ke tubuh juga semakin beragam.  

“Pemberian MPASI idealnya terdiri dari 3 porsi makanan utama dan 2 porsi makanan selingan atau snack. Pada menu makanan utama, bisa diutamakan daging dan sayuran sementara untuk menu makanan selingan, buah bisa menjadi salah satu pilihan,” ungkap Attila Dewanti dalam siaran pers  Milna Nature Delight, yang diterima VIVA, Rabu, 9 Oktober 2019. 

Attila melanjutkan, pentingnya pemberian makanan selingan atau snack adalah untuk memastikan agar jumlah asupan dan nutrisi Si Kecil terpenuhi dengan baik. Menu snack juga harus dipastikan agar kaya rasa dan menarik supaya tidak membosankan. 

Salah satunya contohnya dengan memperkenalkan buah, karena buah memiliki nutrisi tinggi, ragam variasi tekstur, rasa dan terdiri dari bermacam-macam warna dan bentuk yang menarik untuk si kecil. Dalam konteks nutrisi, melalui Consumer Research yang diadakan oleh Milna mengenai makanan bayi yang diadakan terhadap 400 responden yang terdiri dari ibu dengan anak usia 6-18 bulan, anak Indonesia sudah dibiasakan mengonsumsi buah yang ditumbuk atau dihaluskan atau juga dikenal dengan Pure. 

“Ini melahirkan Gen Bapur atau Generasi Bawa Pure. Oleh karena itu kami ingin terus mengampanyekan Gen Bapur untuk semakin mendukung Bunda dalam memberikan asupan buah dalam kemasan praktis,” kata dia. 

LEAVE A REPLY