Ilustrasi main HP

IDNEWS.CO.ID – Apakah itu menggunakan WhatsApp atau aplikasi pengirim pesan media sosial lainnya, sebagian besar orang memanfaatkan pesan teks untuk tetap terhubung dengan pasangan. Namun, sadarkah kamu kalau apa yang kamu tulis di pesan itu bisa mengungkapkan banyak hal tentang hubungan kamu dan dia.

Hal tersebut dibuktikan oleh sebuah studi yang diterbitkan dalam Journal of Couple and Relationship Therapy. Penelitian itu mencoba menganalisis kebiasaan berkirim pesan pasangan dan menyimpulkan bahwa teknologi sebenarnya berpotensi menyebabkan masalah hubungan serius.

Para peneliti di Universitas Brigham Young mempelajari 276 orang dewasa muda. Di mana setiap partisipan mengisi kuesioner panjang yang menanyakan tentang peran teknologi dalam hubungan romantis mereka. Sesuai statistik, 38 persen responden mengaku memiliki hubungan serius, 46 persen bertunangan dan 16 persen menikah.

Seperti yang diperkirakan, sebagian besar peserta (82 persen) bertukar pesan teks dengan pacar mereka beberapa kali sehari. Yang menarik, pembicaraan itu tidak hanya seputar berbagi pesan manis atau menanyakan pertanyaan umum. Banyak pasangan menggunakan pesan teks untuk menyelesaikan masalah, membicarakan hubungan mereka, dan mencari kesepakatan.

Dilansir laman Times of India, studi ini menyimpulkan bahwa berkirim pesan teks dapat berdampak berbeda pada gender yang berbeda. Dalam kasus pria, terlalu banyak berkirim pesan dikaitkan dengan tingkat kepuasan hubungan yang lebih rendah. Sedangkan pada wanita, penelitian menunjukkan bahwa wanita yang sering mengandalkan pesan teks untuk menyelesaikan masalah dalam hubungan mereka, membuat keputusan atau meminta maaf, kemungkinan besar memiliki kualitas hubungan yang lebih rendah.

Mengirim pesan teks kepada pasangan Anda juga memiliki manfaat. Saling bertukar pesan teks dengan kekasih membantu memperkuat hubungan untuk pria dan wanita. Selain itu, mengirim pesan cinta sangat terkait dengan kepuasan hubungan daripada menerima pesan cinta.

Peneliti menyarankan bahwa menggunakan pesan teks sebagai alat komunikasi terkadang dapat menyebabkan kesalahpahaman di antara pasangan. Selain itu, hal tersebut mungkin juga membuat sulit untuk mengartikan apa yang orang lain rasakan dan coba sampaikan.

“Reaksi kekecewaan dan menguji realitas terjadi lebih cepat jika berhadapan secara langsung. Ada kesempitan dalam berkirim pesan dan kamu tidak bisa melihat luasnya seseorang yang perlu Anda lihat,” kata Jonathan Sandberg, salah satu peneliti.

Berkomunikasi melalui teks memiliki pro dan kontra sendiri. Ini adalah opsi yang cukup nyaman untuk berbicara dan hanya butuh beberapa detik untuk mengirim pesan. Namun, ada kemungkinan kesalahan interpretasi terhadap pesan-pesan ini. Karena itu, selalu bijaksana untuk membahas masalah-masalah penting dengan tatap muka dengan pasangan daripada mengandalkan komunikasi tertulis.

LEAVE A REPLY