Ilustrasi baca buku. Foto: Blogger

IDNews.co.id – Berdasarkan survei yang dilakukan UNESCO mengatakan hasil yang kurang menggembirakan yaitu minat baca masyarakat Indonesia berada pada urutan paling rendah di ASEAN. Hal inilah yang menjadi faktor mengapa Negara kita susah bersaing dengan negara-negara lain. Sebab dengan membaca sanggup membuka jendela dunia. Ketika jendela dunia sudah terbuka, masyarakat Indonesia akan sanggup melihat keluar, sisi-sisi apa yang ada dibalik jendela tersebut. Sehingga cara berpikir masyarakat kita akan maju dan keluar dari zona kemiskinan menuju kehidupan yang sejahtera.

Rendahnya minat baca masyarakat kita sangat mempengaruhi kualitas bangsa terhadap bahasa Indonesia, alasannya yaitu dengan rendahnya minat baca, tidak sanggup mengetahui dan mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan informasi di dunia, di mana pada ahirnya akan berdampak pada ketertinggalan bangsa Indonesia. Oleh lantaran itu, untuk sanggup mengejar kemajuan yang telah dicapai oleh negara-negara tetangga, perlu menumbuhkan minat baca semenjak dini.

Bila sebelumnya membaca identik dengan buku atau media cetak saja, maka di zaman kini yang sudah serba digital. Menurut kamus gaul membaca tidak lagi terpaku pada membaca kertas karna segala informasi terkini teleh tersedia di dunia maya/ internet dan media elektronik lainnya.

Dengan semakin mudahnya media untuk mendapat informasi bacaan maka sudah seharusnya kita tingkatkan minat baca kita. Di bawah ini langkah awal untuk meningkatkan minat baca kita :

1. Bangunlah Motivasi Minat Membaca

Meningkatkan minat baca harus dimulai dengan motivasi diri dalam membaca. Bagi saya eksklusif pandangan selintas di atas sudah cukup untuk memicu akan pentingnya membaca bagi masyarakat, alasannya yaitu itu yaitu sebuah keharusan jika kita ingin menguasai dunia. Dengan membaca, pandangan kita menjadi terbuka terhadap hal-hal gres yang tidak kita ketahui sebelumnya.

2. Mulailah Membaca Sesuatu yang Kita Disukai

Salah satu kesalahan terbesar dari seseorang yang ingin mulai membiasakan diri untuk membaca yaitu image buku dan bacaan yang tolong-menolong ia buat sendiri: berat dan membosankan. Padahal berbagai jenis buku dengan karakteristik yang beragam. Saya dulu memulainya dengan membaca dongeng fiksi menyerupai cerpen dan novel, berlanjut ke buku-buku mudah (yang pake kata kunci: cara, langkah, tips, kiat, dll), kemudian berlanjut lagi ke buku motivasi dan pengembangan diri, sampai kini saya sudah mulai baca buku-buku politik dan sejarah. Satu hal yang pasti: sesuaikanlah dengan minat anda. Agar niat untuk membaca tidak hanya berasal dari pikiran, tetapi juga dari hati.

3. Menyisihkan waktu yang sempurna dan nyaman untuk Membaca

Bila anggapan penting membaca itu sudah melekat, maka tidak semuanya yang baca berhasil memindahkan semua informasi yang didapat dari bacaannya itu pada memori otaknya, disebabkan momentum waktunya yang kurang tepat.  Atau seringkali malas baca disebabkan waktunya kurang tepat. Beragam orang yang punya momentum baca yang tepat: ada yang suka membaca dikala jam pelajaran kosong dikala sekolah, atau lagi istirahat di sekolah, ada juga yang nyaman membacanya membaca dikala perjalanan, beberapa dikala sebelum tidur, dan dikala di perpustakaan. Pakailah waktu-waktu yang biasa kita habiskan untuk melongo dan menunggu dengan membaca!

4. Menumbuhkan Rasa Ingin Tahu

Minat baca harus dipicu dari diri kita untuk menumbuhkan rasa ingin tahu. Kita harus menciptakan pertanyaan setiap hal yang ada di sekitar kita dan carilah jawabannya di buku. Atau sanggup juga melihat-lihat buku di toko atau perpustakaan dan cobalah pertanyakan, “Apasih isi buku ini?” Biasanya rasa ingin tahu dan ingin tau sangat efektif untuk menggerakkan diri ini untuk melaksanakan sesuatu.

5. Minta Seseorang Merekomendasikan Buku

Ini juga salah satu cari yang efektif nih untuk lebih ‘memaksa’ diri ini untuk segera mulai membaca. Karena buku yang direkomendasikan biasanya punya nilai lebih yang akan menciptakan kita lebih semangat membacanya. Tanyakanlah pada teman, “Eh, punya buku anggun gak? Minjem dong?”

6. Membacalah Seperlunya Saja

Selagi masih berguru membacalah seperlunya saja. Tak usah berlebihan. Keperluan orang itu tergantung dari hasratnya masing-masing untuk memperoleh informasi. Makin perlu anda terhadap informasi, maka sudah niscaya kuantitas dan kualitas membaca anda pun niscaya akan makin banyak dan baik.

Inilah langkah awal cara dan tips meningkatkan motivasi minat baca, mudah-mudahan sanggup memicu kita untuk terus dan terus membaca. Karena dengan banyak membaca akan semakin dekat menuju sukses.(far/fat)