oleh : H Muhammad Nur Karim, MA
Dosen Bahasa Arab di STBA Dinamika Pembangunan dan Nara Sumber Umrah dan Haji di beberapa Travel perjalanan Haji dan Umrah

Ramadan merupakan bulan yang selalu di nanti-nantikan kehadirannya oleh setiap umat Islam di seluruh penjuru dunia dari berbagai kalangan dari mulai kalangan menengah kebawah sampai menengah keatas. Bagaimana tidak, sebab Ramadan merupakan bulan yang penuh dengan keberkahan.

Bukan hanya umat Islam yang merasakannya, namun berapa banyak dari pada umat non-muslim juga turut bersuka cita dengan hadirnya Ramadan. Bahkan tidak sedikit dari kalangan mereka (nonmuslim) yang memeluk agama Islam dengan berbagai alasan, diantaranya adanya kebersamaan melakukan kegiatan agama dalam rangka mendekatkan diri kepada Tuhan. Baik di siang hari dengan melaksanakan ibadah puasa yang super ketat dan teratur. Yakni selama di siang hari umat Islam berpuasa dari mulai azan shubuh sampai azan maghrib. Sehingga tidak ada satupun dari mereka yang berani makan dan minum sampai datangnya azan maghrib.

Padahal mereka mampu untuk makan dan minum secara diam-diam ataupun bersembunyi. Tetapi karena mereka merasa di awasi oleh Allah SWT, maka mereka tidak mau melakukannya.

Begitu juga ibadah yang di lakukan di malam hari secara bersama-sama ataupun berjamaah, baik di masjid ataupun dimusholla, baik di perumahan ataupun di perkantoran. Hal seperti inilah menurut mereka (nonmuslim) belum pernah mereka rasakan sepanjang hidup mereka.

Hal yang lain yang membuat (nonmuslim) tertarik dengan agama Islam yang tidak pernah mereka temukan di sepanjang hidup mereka, yakni, sepanjang hari-hari di Ramadhan, setiap sore sekitar pukul 16.00 sampai menjelang maghrib, hampir di setiap ruas jalan di manapun pasti di temukan orang-orang yang berjualan berbagai macam makanan dan minuman. Mulai makanan ringan sampai makanan berat, dan biasanya tidak pernah kosong dari aneka ragam gorengan yang seakan-akan menjadi menu pokok pada sebagian orang dalam berbuka puasa. Dari mulai bakwan, tahu, tempe, singkong dan yang lainnya.

Namun, apakah Ramadan tahun ini bisa di rasakan kebersamaan dan kemeriahannya seperti tahun-tahun lalu di tengah merebaknya wabah covid-19 yang masih mengkawatirkan keadaannya untuk setiap orang?. Kemungkinan kecil harapan tersebut dari apa yang akan kita rasakan suasana Ramadan tahun ini.

Tetapi kita perlu ingat akan beberapa hal agar suasana di bulan Ramadan tahun tetap terjaga dan tercipta kebersamaannya meskipun keadaannya sangat berbeda.

Pertama. Mengingatkan kita semua akan kehidupan dunia yang selalu silih bergantih dan tidak pernah terjaga keutuhannya. Bisa kita perhatikan setiap harinya, silih berganti dari siang menjadi malam dan sebaliknya, dari keadaan panas menjadi dingin juga sebaliknya, dari satu hari ke hari berikutnya, satu minggu ke minggu berikutnya, satu bulan ke bulan berikutnya bahkan dari satu tahun ke tahun berikutnya. Hal yang demikian itu memiliki awal ataupun permulaan dan memiliki akhir atau perpisahan.

Di tahun lalu kita merasakan indahnya Ramadhan bersama orang-orang disekitar kita, dari mulai sahur bersama dengan keluarga di rumah, sholat zuhur berjamaah sambil mendengarkan kultum di berbagai masjid ataupun musala. Acara bukber alias buka bersama di berbagai tempat dari restoran yang selalu di padati oleh orang-orang yang ingin bukber sampai tempat-tempat yang lainnya, perkantoraan, sekolahan, masjid, musholla, hotel ataupun di pinggir jalan yang sudah terlihat berbagai macam aneka manakanan dan minuman.

Dilanjutkan dengan salat tarawih secara berjamaah yang selalu di padati oleh para jamaah terutama di awal-awal Ramadan. Hampir setiap masjid ataupun musholla tidak dapat menampung jumlah jamaah yang ingin melaksanakan sholat isya sekaligus tarawih. Tetapi Ramadan ini sangatlah berbeda. Segala kegiatan tersebut tetap bisa di lakukan di rumah kita bersama keluarga tercinta. Dari mulai sahur, berbuka puasa sampai sholat isya dan tarawih di laksanakan bersama keluarga.

Kedua. Keistimewaan dan pahala yang dijanjikan Allah SWT dan Rasulnya di dalam bulan Ramadhan, tidak akan berkurang sedikitpun. Seperti pengampunan dosa bagi mereka yang berpuasa di siang hari dan menghidupkan malam hari dengan cara sholat isya sekaligus tarawih.

Pada keterangan hadits tersebut, tidak ada perbedaan baik dikerjakan sendiri ataupun berjamaah. Begitu juga pahala berbuka puasa bagi mereka yang menyiapkan makanan dan minuman untuk orang yang berbuka puasa. Hal tersebut juga tidak membedakan antara bukber di kantor, restoran, masjid, musholla termasuk di rumah kita masing-masing. Hanya suasana saja yang agak berbeda. Namun semuanya akan menjadi terbiasa jika di lakukan setiap harinya bersama keluarga.

Ketiga. Selalu bersabar dan bertawakal kepada Allah SWT di tengah merebaknya wabah covid-19 dengan mengikuti arahan pemerintah dengan berdiam diri di rumah bersama keluarga dalam rangka memutus rantai wabah tersebut sampai akar-akarnya. Bahkan kita memiliki kesempatan yang banyak selama bulan Ramadan ini dengan banyak berdoa di waktu yang mustajab, diantaranya saat sedang berbuka puasa, setelah sholat tarawih dan ketika sahur dengan penuh keyakinan kepada Tuhan yang maha kuasa, semoga wabah ini cepat hilang dan pergi dari bumi sehingga kegiatan akan berjalan seperti biasanya.

Juga memiliki kesempatan untuk bisa membaca alquran bersama keluarga. Karena Ramadhan bulan di turunkannya alquran oleh Allah SWT kepada nabi Muhammad SAW. Inilah kesempatan emas kita yang sangat berharga untuk saat ini. Sebab banyak di antara kita yang sangat sedikit memiliki waktu untuk membaca alquran di bulan Ramadhan terutama berkumpul bersama keluarga di rumah.

Bukankah alquran merupakan kitab suci yang akan menyelamatkan orang yang membacanya dari api neraka di hari kiamat, dan bukankah keluarga merupakan titipan dan amanat dari Allah SWT kepada kita untuk kita menjaganya dari api neraka.

Inilah kesempatan kita menjaga keluarga kita dari panasnya api neraka dengan membaca alquran bersama mereka di bulan suci ini sehingga kita memiliki target untuk mengkhatamkan alquran di bulan Ramadan walaupun satu kali khatam.

Semoga artikel ini membuat kita semakin optimis menyambut bulan Ramadan dengan penuh suka cita dan bahagia dengan kondisi saat ini. Dan semoga segala amal ibadah kita terutama di bulan Ramadan diterima Allah SWT. Amiin yaa Robbal ‘Alamin.(*)

LEAVE A REPLY