Ilustrasi oli. Foto: Mobil123.com

IDNews.co.id – Tingginya angka penjualan sepeda motor di Indonesia beresiko pada meningkatnya permohonan pada pelumas atau oli.

Keadaan itu lalu diperlukan oleh sejumlah oknum untuk bikin oli palsu, yang pastinya merugikan konsumen.

Untuk menghindar supaya tidak tertipu saat beli pelumas, terdapat banyak hal yang butuh diperhatikan. Menurut survey MPM Lubricant sebagai peracik pelumas Federal Oil, konsumen sering tertipu karena kurang perduli.

“Sediki sekali konsumen yang pegang botol oli (memeriksanya) sebelumnya diisi ke kendaraan. Biasanya, parkir motor ubah oli, gunakan oli itu, habis itu duduk, usai. Hubungan dengan barang yang dia beli masih kurang, ” tutur Presiden Direktur MPM Lubricants, Patrick Adhiatmadja di Jakarta.

Disamping itu, Wakil Presiden Direktur MPM Lubricants, Adrian Baskoro mengatakan, tanda-tanda pelumas Federal palsu dapat diliat dari warna dan struktur botol.

Kata dia, bila bahan botol kasar dan warna tutup botolnya beda, itu bermakna produk palsu. Tetapi, hal tersebut cuma sering terjadi di kawasan pinggir saja.

“Kalau untuk kota-kota besar, akan tidak dapat diliat dari fisik saja (paket oli). Konsumen mesti meyakinkan kemasannya, iseng-iseng dapat scan barcode di paket oli (bila asli, segera diarahkan ke laman resmi Federal), ” katanya.

Disamping itu, asumsi kalau oli asli dan palsu dapat dibedakan dari banderolnya, Adrian mengatakan kalau hal itu tidak ditanggung.

“Kalau yang bukan hanya asli harga dapat lebih murah, itu tidak mungkin saja patokan, ” tuturnya. (ndi)

LEAVE A REPLY