Ayam mati di peternakan.
Ayam mati di peternakan.

IDNEWS.CO.ID – Virus corona baru atau COVID-19 masih memakan korban baru, baik kasus kematian maupun jumlah pesakitannya. Hingga Kamis pagi, 13 Februari 2020, tercatat 1.363 kematian dan total sudah mencapai 60 ribu kasus akibat virus corona.

Otoritas kesehatan di provinsi Hubeu, China sebagai pusat epidemi virus corona, melaporkan terdapat 14.840 kasus baru yang dikonfirmasi. Angka ini meningkat 10 kali lipat dari jumlah yang dilaporkan sehari sebelumnya. 

Belum reda kasus COVID-19, Kini Pemerintah China melaporkan penyebaran virus flu burung H5N1 di sebuah peternakan di kota Shaoyang, Provinsi Hunan, China. Dilaporkan Reuters bahwa peternakan tersebut memiliki 7.850 ayam, 4.500 di antaranya mati karena flu burung.

Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), penyakit ini bisa menimbulkan keluhan parah di pernapasan yang juga menular dari unggas ke manusia. Meski berpotensi menulari manusia, namun hingga kini belum ada laporan korban pada manusia.

Kementerian Kesehatan RI turut mewaspadai hal itu. Dituturkan oeh Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengedalian Penyakit Kementerian Kesehatan, dr. Anung Sugihanto, M.Kes., menjelaskan bahwa pihaknya mengantisipasi penyebaran virus flu burung tersebut.

“Kami mengikuti H5N1 (flu burung) yang ada di China. Kami mengantisipasi, prinsipnya sama, karena ini virus dan pada unggas, kita punya pelajaran, kita sudah pernah mengalami virus flu burung dan MERS CoV,” katanya kala itu.

Dia melanjutkan, untuk mengantisipasi terkait virus flu burung, penting bagi masyarakat untuk meningkatkan kesadaran untuk hidup sehat. Kewaspadaan yang dilakukan serta pemahaman mengenai kesehatan dirinya perlu ditingkatkan.

Dirjen P2P Kemenkes RI meminta jajaran kesehatan di seluruh tanah air, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi pandemi Influenza secara umum, khususnya Flu Burung H5N1. Masyarakat juga perlu dihimbau, bahwa untuk mencegah penularan penyakit Flu Burung antara lain dengan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), menjaga kesehatan lingkungan perumahan, menerapkan etika batuk, dan mengonsumsi unggas dan produknya dengan matang.

Terkait dengan hal ini, pihaknya juga telah bekerja sama dengan Kementerian Pertanian (Kementan) untuk meningkatkan kewaspadaan di sektor pertanian. 

“Kami sudah kontak dengan Kementan ke daerah Jawa Tengah untuk selalu tingkatkan kewaspadaan di daerah peternakan,” jelas dia. 

Untuk diketahui, wabah flu burung pernah menghantui China pada 2013 lalu. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyebut virus flu burung merugikan ekonomi Negeri Tirai Bambu hingga US$6,5 miliar pada 2013.

LEAVE A REPLY