Sejumlah organisasi ingin agar ada pembatasan ketat untuk penjualan produk yang mengandung alkohol. Foto: abc

IDNEWS.CO.ID – Minuman keras atau minuman terkandung alkohol, sering jadi kawan dalam pesta atau perayaan spesifik, utamanya di beberapa negara Barat atau negara yang melegalkan minuman keras. Tentu, untuk mereka yang sudah berumur 18 tahun ke atas.

Edhi Sumardi bertindak sebagai managing director PT Pernod Ricard Indonesia, menjelaskan sejumlah jenis minuman alkohol yang banyak di mengonsumsi di Indonesia.

“Beda-beda, ada yang suka whisky, vodka, cognac, dan yang lain. Semua terkait pilihannya, mereka maunya apa, Dari sisi unit, mereka miliki pilihan masing-masing,” kata Edhi belum lama ini.

Edhi mengatakan, setiap wilayah memiliki kebiasaan yang berlainan dalam mengonsumsi minuman terkandung alkohol.

“Semua terkait daerahnya. Jika di Bali, yang paling laris itu paduan untuk cocktail seperti vodka, gin, atau rum laris disana (Bali),” ujarnya.

“Serta, yang penting itu terkait wisatawan yang ada ke Indonesia. Jika wisatawan negara spesifik ia minum vodka, dan ada negara spesifik yang minum whisky atau cognac ya. Terkait apa yang ia minum,” sambungnya.

Sedangkan untuk di Jakarta, dia mengungkap, cukup sama terkait sektornya, dan tipe-tipe outlet yang menawarkannya. Menurut dia, tipe outlet yang jual minuman terkandung alkohol sangatlah tentukan produk minuman yang mereka menawarkan.

“Jika untuk usaha, ia (orang) mungkin pengin tunjukkin yang mahal untuk business partner-nya. Mungkin, ia pilih minuman yang tambah mahal. Mungkin whisky yang umurnya muda atau cognac yang usianya tua,” ujarnya.(ndi)

LEAVE A REPLY