Cegah demam berdarah petugas lakukan fogging. Foto: Tribunnews.com

IDNEWS.CO.ID – Sekarang ini, beberapa daerah di Indonesia terserang wabah demam berdarah dengue (DBD) yang disebabkan oleh perubahan cuaca tidak menentu. Bahkan, penyakit DBD yang terjadi pun sudah menelan beberapa korban jiwa.

Beberapa waktu lalu, sekitar 175 kasus DBD terjadi di Semarang yang mengakibatkan 2 orang meninggal dunia. Baru saja ini juga Kemeterian Kesehatan mendapatkan laporan mengenai wabah DBD di kota serta kabupaten lainnya.

“Kejadian Luar Biasa (KLB) untuk DBD memang kami mendapatkan laporan dari beberapa daerah termasuk laporan yang terakhir adalah kejadian di Labuan Bajo dengan jumlah kasus yang cukup banyak yang sampai saat ini masih terjadi dengan angka yang meninggal ada 5 orang yang dilaporkan sampai bulan ini,” papar Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan RI, Anung Sugihantono, waktu dijumpai di Gedung Kementerian Kesehatan, Jl Rasuna Said, Jumat (11/1/2019).

Anung menambahkan, dalam minggu pertama di bulan ini, kami mencatat ada 6 KLB, diantaranya DBD. Oleh karena itu, Kementerian Kesehatan lakukan berbagai upaya penyelidikan epidemologi serta tindakan-tindakan yang berkaitan dengan penanganan DBD.

“Kita juga sudah memberikan edaran kepada daerah yang berkenaan dengan antisipasi dan meminimalisir kemungkinan kejadian DBD mengingat informasi dari BMKG mengenai cuaca atau curah hujan yang memang tidak merata sehingga dimungkinkan terdapat genangan air yang tidak bisa kita kelola sebagaimana biasanya,” ujarnya.

Semenjak Desember 2018, Telah 45 Pasien DBD Dirawat di RSUD Ungaran
(fat)

LEAVE A REPLY