IDNEWS.CO.ID – Sejumlah demonstran yang masih bertahan di sebuah universitas yang terkepung di Hong Kong coba melarikan diri dan menghindari polisi dengan merayap melalui selokan bawah tanah.

Sebelumnya, ratusan pendemonstrasi telah meninggalkan universitas Universitas Politeknik Hong Kong (PolyU) tetapi beberapa puluh orang dipercaya masih bertahan dalam universitas. Demikian laporan BBC, Kamis (21/11/2019).

Universitas tersebut–salah-satu tempat perseteruan paling intens selama berbulan-bulan protes anti-pemerintah–dikepung oleh aparat kepolisian, yang setelah itu tangkap para pendemonstrasi dewasa yang mengusahakan kabur.

Enam orang pendemonstrasi telah diamankan pada Rabu (20/11/2019) karena mengusahakan melarikan diri melalui selokan bawah tanah.

Mereka yang diamankan, termasuk dua pria yang memanjat keluar dari selokan bawah tanah dan empat orang lainnya- tiga pria dan seorang wanita – yang melepas penutup lubang selokan dan menurunkan tali ke selokan untuk menolong mitranya, papar polisi.

“Disana gelap sekali dan sukar, aku pingin segera pulang,” kata seorang pemuda yang gagal kabur melalui selokan pada BBC Chinese. “Tetapi adakah cara lain untuk kabur dari universitas PolyU?”

Pengepungan aparat kepolisian selama empat hari di universitas Politeknik merupakan salah satunya konfrontasi paling menghebohkan selama lima bulan gerakan protes yang melumpuhkan Hong Kong.

Protes dimulai setelah pemerintah berencana keluarkan RUU yang memungkinkan tersangka diekstradisi ke China daratan.

RUU itu akhirnya ditarik, tetapi demo terus berbuntut, setelah berkembang jadi protes yang lebih meluas pada dugaan kebrutalan polisi dan sejenis ketakutan jika ciri-ciri unik Hong Kong jadi terancam oleh datangnya China.(ndi)

LEAVE A REPLY