Ilustrasi merokok Foto: Liputan6.com

IDNEWS.CO.ID – Dampak mengkonsumsi rokok di Indonesia sudah sampai pada tingkat yang dinilai sangat mengkhawatirkan. Sudah diketahui jika kebiasaan merokok dapat mengakibatkan dampak kesehatan yang buruk dalam jangka panjang.

Hasil studi yang dilakukan oleh Komunitas Masyarakat Kota Jakarta menunjukkan rokok telah jadi prioritas belanja masyarakat Indonesia yang kedua setelah beras, khususnya di keluarga miskin. Hasil studi pun menunjukkan perokok terbanyak datang dari keluarga miskin yaitu sebesar 70 %.

“Berdasarkan penemuan ini seharusnya pemerintah mempunyai perhatian besar pada upaya pencegahan dan dampak penggunaan produk tembakau,” kata Azas Rigor Naingolan, salah satu Aktivis Antirokok, waktu didapati di daerah Jakarta Pusat, Sabtu (12/1/2019).

Rigor menambahkan kondisi ini berlangsung karena merokok sudah dijadikan perilaku yang normal-normal saja. Selain itu publik juga banyak yang menjadikan industri rokok sebagai ‘pahlawan’ karena cukainya dipergunakan untuk menutupi defisit BPJS Kesehatan.

“Sebenarnya, pemasukan cukai rokok untuk BPJS hanya sekitar Rp 150 triliun. Padahal pengeluarannya sampai Rp 600 triliun untuk biaya pengobatan penyakit yang dikarenakan oleh rokok,” imbuhnya.

Karena itu, Rigor merekomendasikan agar upaya pengendalian harus terus dilakukan terhadap rokok supaya tidak merugikan masyarakat diantaranya dengan membuat harga rokok atau produk tembakau setinggi dan semahal mungkin.(ria)

LEAVE A REPLY