Ilustrasi virus corona/COVID-19.

IDNEWS.CO.ID – Ratusan hewan mati secara misterius di China di tengah wabah virus corona baru atau COVID-19. Otoritas China mengakui bahwa kematian ratusan hewàn di saat virus Wuhan itu melanda masih ditelusuri penyebabnya.

Dikutip dari laman Daily Star, Sabtu, 22 Februari 2020 dilaporkan setidaknya ada 135 hewan yang mati dalam waktu berdekatan ditemukan di dekat Kota Chongqing. Setidaknya 17 jenis hewan ditemukan mati termasuk babi hutan, musang dan sejumlah burung.

Pejabat Partai Komunis menyalahkan kematian itu atas upaya desinfeksi besar-besaran yang dilakukan oleh otoritas Tiongkok. Hal tersebut terjadi atas sikap pemerintah yang direkam dan viral dalam video saat melakukan penyemprotan cairan beracun guna mematikan virus corona baru.

Namun, media pemerintah hCina menyanggah dan mengatakan Chongqing telah mengerahkan 5.300 polisi hutan untuk memantau satwa liar di daerah itu. Mereka juga meminta 200 pengawas untuk full time menjaga.

Pihak berwenang juga bersikeras bahwa hewan-hewan itu tidak mati karena COVID-19 atau penyakit lain apa pun seperti flu burung. Dilaporkan pihak setempat bahwa hewan-hewan malang tersebut akan dikuburkan dan juga akan didesinfeksi.

Diketahui, kematian hewan yang misterius terjadi setelah setidaknya 40 insinerator dikirim ke kota asal virus corona, Wuhan. Para pejabat mengatakan tungku (alat untuk kremasi mayat) itu akan digunakan untuk membakar alat medis bekas pakai dan bangkai hewan.

Hal tersebut dilakukan pemerintah setelah pekerja krematorium Tiongkok mengklaim mereka membakar mayat 24 jam setiap harinya di Wuhan. Hingga kini COVID-19 telah menginfeksi ratusan ribu pasien dan memakan korban hingga ribuan jiwa.

LEAVE A REPLY