IDNEWS.CO.ID – Bayi umur dini butuh konsumsi nutrisi yang cukup untuk tumbuh kembangnya. Tetapi, seorang kakek beberapa waktu terakhir justru memberikan cucunya seteguk alkohol pada perayaan lagi tahun sebulan si bayi.

Menurut sebuah artikel di Sin Chew Daily, peristiwa itu terjadi di Beijing, China. Banyak kawan dan kerabat yang ada di perayaan itu. Perayaan yang secara tradisionil diperuntukan untuk memberkati anak dan merayakan kehadiran bagian keluarga baru.

Kakek dari faksi ayah anak itu rupanya menggendongnya saat ia menyarankan bersulang untuk kerabatnya. Situasi berganti rada aneh saat satu diantara kerabat bercanda kalau kakek itu tidak dapat minum jika bayi tidak minum. Sang kakek menyikapi hinaan itu, dia ambil 1 cangkir alkohol dan menyesap bayi itu.

Saat ibu anak itu memahami apa yang terjadi, ia amat berang. Ia ambil bayinya kembali lagi pelukannya. Tetapi kerusakan sudah terjadi. Bayi itu jadi terengah-engah dalam tempo 30 menit.

Ia dibawa ke rumah sakit, tetapi staf rumah sakit tidak bisa selamatkan si kecil. Dokter menemukan kalau, yang memicu kematian anak itu yaitu keracunan alkohol.

“Bayi tidak dapat minum alkohol, bagaimana kamu dapat memperlakukan kehidupan anak seperti lawakan?” mereka menanyakan pada si kakek.

Diadukan kalau sang ibu cukup terpukul dengan insiden itu dan menampar ayah mertuanya seringkali. Rupanya si ibu telah diperlakukan tidak baik oleh mertuanya sebelumnya. Lantaran itu ia tak segera hamil bahkan setelah 3 tahun menikah.

Menurut sebuah laporan oleh Dr Taylor McCormick (Departemen Kedokteran Genting, Los Angeles County & Universitas Southern California Medical Center), badan bayi memetabolisme alkohol tambah cepat daripada orang dewasa.

Alkohol segera pengaruhi metode saraf pusat. Badan beberapa anak menyerap alkohol dengan cepat, dan ini bisa terjadi dalam tempo kurang dari 30 menit. Tanda-tanda keracunan alkohol pada bayi bisa termasuk kesusahan bernapas, aktivitas menyusut, dan kejang. Beberapa analisa pun menemukan kemungkinan gula darah rendah.

Dampak periode panjang pada bayi tidak jelas. Tetapi, kesusahan bernapas dapat bikin otak bayi kekurangan oksigen, mungkin menyebabkan kerusakan otak. Dalam perkara ibu menyusui, CDC menganjurkan kalau tidak minum alkohol yaitu pilihan paling aman.

Kebanyakan, mengonsumsi alkohol moderat oleh ibu menyusui (sampai 1 minuman standar perhari) tidak diketahui beresiko buat bayi. Tetapi, ibu harus menanti setidaknya 2 jam setelah minum sebelum menyusui bayinya. ASI akan mengandung alkohol selama alkohol masih dalam saluran darah ibu.

Takaran alkohol biasanya paling tinggi dalam ASI 30-60 menit setelah alkohol dikonsumsi. Lamanya waktu alkohol bisa dideteksi dalam ASI akan menaikkan tambah banyak alkohol yang dikonsumsi seorang ibu. Umpamanya, alkohol dari 1 minuman bisa dideteksi dalam ASI selama sekitar 2-3 jam, alkohol dari 2 minuman bisa dideteksi sekitar 4-5 jam, dan alkohol dari 3 minuman bisa dideteksi sekitar 6-8 jam, dan demikian selanjutnya.

Paparan alkohol di atas tingkat moderat melalui ASI bisa merusak kemajuan, perkembangan, dan jadwal tidur bayi. Mengonsumsi alkohol yang tinggi juga bisa mengganggu penilaian ibu dan kebolehan untuk menjaga anaknya dengan aman. Seiring bersamanya waktu, mengonsumsi alkohol yang berlebihan juga bisa menyebabkan penurunan produksi susu. (ndi)

LEAVE A REPLY