Seto Nurdiantoro

IDNEWS.CO.ID – Seto Nurdiantoro menanggapi komentar warganet yang menginginkan ia menggantikan posisi Simon McMenemy sebagai pelatih Timnas Indonesia.

Desakan agar Simon McMenemy mundur dari kursi pelatih Timnas Indonesia kembali mengemuka usai kekalahan 1-3 dari Vietnam pada lanjutan pertandingan Kualifikasi Piala Dunia 2022, Selasa (15/10/2019) kemarin. Hasil tersebut memperpanjang catatan buruk skuad Garuda di ajang tersebut dengan empat kekalahan beruntun.

Sebelumnya, Indonesia kalah dari Malaysia (2-3), Thailand (0-3) dan Uni Emirat Arab (5-0). Sudah ada 14 gol yang bersarang di gawang Indonesia, sebaliknya cuma tiga gol yang bisa dibuat Beto Goncalves dkk.

Media sosial diramaikan oleh tagar #SimonOut, di saat bersamaan muncul juga #SetoIn sebagai bentuk dukungan kepada Seto Nurdiantoro menggantikan Simon. Banyak yang menilai pelatih 45 tahun layak melatih timnas Indonesia.

Setelah sukses mengantarkan PSS Sleman promosi ke Liga 1 2019, Seto mampu menjadikan Tim Elang Jawa bersaing dengan klub-klub besar. Saat ini, PSS berada di peringkat tujuh klasemen sementara dengan mengemas 32 poin dari 22 laga.

Menanggapi dukungan warganet untuknya, Seto menuliskan tanggapannya lewat media sosial Instagram. Ia tidak menutup pintu jika federasi memintanya membantu menangani Timnas Indonesia.

“Terimakasih netizen yg mensupport saya untuk berperan di Timnas. Bagi semua pelatih dan pemain tentunya punya impian sampai ke level yg tertinggi yaitu Timnas,” tulis Seto.

“Tapi untuk saat ini kita harus dukung & mendoakan tim pelatih serta staf timnas, bagaimana pun mereka telah bekerja keras untuk timnas. Janganlah kita menjadi pecundang atau pengkhianat bangsa ini,” ia menambahkan.

Namun demikian, Seto punya pandangan pribadi mengenai siapa orang yang punya kapasitas mumpuni membesut timnas. Ia menyebut nama Rahmad Darmawan sosok yang tepat jika ada suksesi di kursi timnas. Seto lebih berharap dirinya menjadi asisten Rahmad Darmawan.

“Kalo boleh saya punya mimpi atau opini, semisal terjadi perubahan tim pelatih, angan-angan saya coach Rahmad Darmawan sebagai pelatih kepala, dan saya sebagai asistennya.”

“Kapasitas beliau sebagai pemimpin sudah teruji. Anggaplah coach RD sebagai otak besarnya, sementara saya sebagai otak kecil kanan dan otak kecil kiri. Salam damai.” (ach)

LEAVE A REPLY