Donald Trump. Foto: Time

IDNEWS.CO.ID – Pemerintah Iran menyanggah jika mereka bersedia untuk bernegosiasi dengan Amerika Serikat, terkait program rudal balistik.

Perihal ini bertentangan dengan pengakuan Presiden Donald Trump jika Washington udah membuat perkembangan dalam bentrokan dengan Teheran.

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo mengatakan, Iran udah mengisyaratkan kesigapan untuk bernegosiasi tentang rudal balistiknya. Bahkan juga Trump akui sudah banyak perkembangan yang digapai.

Juru bicara Misi Iran untuk Perserikatan Bangsa Bangsa, dengan cepat menolak pengakuan itu. “Rudal Iran serius dan dalam situasi tidak bisa dinegosiasikan dengan siapa juga atau negara mana juga, titik,” tuliskan faksi Iran melalui akun Twitter.

Ditulis dari Kanal News Asia, Rabu (17/7/2019), pengakuan ini terjadi beberapa waktu setelah pemimpin paling tinggi Iran menambah taruhan dalam konfrontasi, dengan mengatakan negaranya aman terus tingkatkan aktivitas nuklirnya, dan membalas pembajakan kapal tanker minyak Iran.

Kegentingan makin bertambah di antara AS dengan Iran, setelah Trump menarik negaranya keluar dari persetujuan nuklir 2015, di antara Iran dengan sekian banyak negara kapabilitas dunia. Persetujuan itu mengontrol pengurangan program nuklir Iran dengan imbalan berbentuk pengurangan sangsi ekonomi.

Semenjak itu, Washington mengaplikasikan kembali sangsi kejam untuk menekan perdagangan minyak Iran, dalam kebijakan “tekanan maksimum” pada Teheran. Hal itu untuk menyepakati batas yang lebih ketat pada kemampuan nuklirnya, mengekang program rudal balistiknya dan akhiri support untuk pasukan, dalam persaingan perebutan kekuasaan Timur Tengah dengan Amerika Serikat.

Republik Islam Iran udah berulang-kali tidak hiraukan negosiasi berdasarkan sangsi dari Washington. Udah lama dikatakan program rudal balistiknya berwujud defensif dan tidak dapat dinegosiasikan.

Keresahan akan perselisihan langsung AS-Iran udah bertambah sejak Mei, dengan sejumlah serangan pada tanker minyak di Teluk. Iran menjatuhkan drone pengawasan AS, dan rencana serangan udara AS ke Iran bulan lalu yang digagalkan Trump dalam menit terakhir. (ria)

LEAVE A REPLY