Kondisi kabut asap menyelimuti kota Melbourne, Australia

IDNEWS.CO.ID – Ajang tenis Grand Slam bergengsi pembuka tahun, Australian Open 2020 terancam batal digelar akibat bencana kebakaran hutan yang melanda Negeri Kangguru hingga saat ini. Kondisi ini menjadi kekhawatiran para kontestan dan penggemar tenis dunia yang mulai menyuarakan hal tersebut di jagat media sosial.

Buruknya kualitas udara menjadi risiko yang mengancam bagi para pemain dan semakin disoroti melebihi percakapan dari soal tenis itu sendiri.

Akibat polusi kebakaran hutan yang meluas di Australia, kualitas udara di Melbourne sudah tidak sehat bagi para pemain.

Hal ini terbukti saat petenis putri Slovenia, Dalila Jakupovic terpaksa mundur dari persaingan yang dipicu gangguan pernafasan hingga menjadi batuk parah.

Para penggemar terkejut dengan berita itu dan meminta agar turnamen dibatalkan atau ditunda untuk menyelamatkan para pemain dari berbagai bahaya kesehatan.

Sebelumnya, babak kualifikasi Australian Open tertunda akibat kabut asap dari kebakaran hutan yang menyelimuti kota Melbourne.

Pertandingan dijadwalkan akan dimulai pada Selasa 14 Januari 2020 pukul 10:00 waktu setempat (23:00 GMT), tetapi asap tebal menyelimuti Melbourne, yang menyebabkan laga diundur selama satu jam.

Kebakaran hutan telah menghancurkan Australia dalam beberapa bulan terakhir dan ada kekhawatiran atas kesehatan pemain dan penonton di Grand Slam pembuka tahun ini.

“Latihan dihentikan sementara pagi ini karena kualitas udara yang buruk. Pertandingan yang memenuhi syarat akan dimulai pukul 11 ??pagi. Kondisi di tempat membaik dan terus dipantau,” bunyi dalam sebuah pernyataan resmi.

“Keputusan lebih lanjut akan dibuat menggunakan data di tempat dan dalam konsultasi intens dengan tim medis kami, Biro Meteorologi dan ilmuwan dari EPA Victoria,” jelas pernyataan tersebut.

“Seperti biasa kesehatan dan keselamatan pemain, staf dan penggemar kami adalah prioritas kami,” tutup pernyataan itu.

Kualitas udara di Melbourne berada dalam kisaran “berbahaya” dan ‘sangat buruk’ sejak tengah malam waktu setempat (13:00 GMT) dalam pengumuman yang dikeluarkan oleh Otoritas Perlindungan Lingkungan Victoria.

LEAVE A REPLY