IDNEWS.CO.ID – Seorang menteri senior kabinet Prancis dan sekutu dekat Presiden Emmanuel Macron, mengundurkan diri dari jabatannya setelah diadukan menggunakan dana negara secara berlebihan untuk makan malam dan memyalahgunakan perumahan publik.

Francois de Rugy yang dipilih sebagai menteri lingkungan hidup pada September 2018 menginformasikan pengunduran dirinya 1 minggu setelah laporan itu tersingkap di situs website Mediapart.

“Serangan dan beberapa berita yang targetkan keluarga gue, memaksakan gue untuk melangkah mundur yang dibutuhkan,” kata de Rugy, seperti diambil Kanal News Asia, Rabu (17/6/2019).

De Rugy ada dibawah tekanan publik setelah Mediapart menerbitkan foto-foto ia dan istrinya yang merupakan seorang jurnalis, sedang nikmati makan malam dengan lobster dan makan modern saat Hari Valentine. Waktu itu, ia masih memegang sebagai juru bicara parlemen pada tahun 2017 dan 2018.

Situs website itu menuduh de Rugy telah mengorbankan pembayar pajak. Tapi dia menolak dan berasumsi itu yakni sisi dari karyanya yang sebagai wakil Majelis Nasional.

Mediapart mengatakan jika de Rugy telah memperoleh faedah dari sebuah apartemen di dekat kota aslinya Nantes di Prancis barat, yang disewakan dengan harga pribadi yang diperuntukkan untuk pekerja berpendapatan rendah.

Laporan lain mengatakan pembelia. pengering rambut seharga €500 yang dibeli oleh istri de Rugy dengan biaya publik dan renov apartemen pemerintah mereka dengan biaya € 63.000.

Demo anti-pemerintah yang kejam telah didorong oleh kemarahan atas ketidaksetaraan ekonomi dan klaim jika para pemimpin Prancis tidak tersambung dengan beberapa orang biasa.

De Rugy telah menolak melakukan kekeliruan dan bahkan mengatakan dalam sebuah wawancara minggu lalu jika dia alergi pada lobster dan tidak menyukai sampanye karena minuman itu membuat sakit kepala.

Mediapart, yang sangatlah krusial pada pemerintah Macron, menspesialisasikan diri dalam pengumpulan bukti-bukti dan telah menyebabkan banyak hal membuat malu buat para politikus dan tokoh publik senior sejak dibuat pada 2008.

De Rugy mengatakan ia telah ajukan keluhan hukum pada publikasi itu untuk pencemaran nama baik, menuduhnya ingin “mencelakakan, mencoreng dan merusak”. (ndi)

LEAVE A REPLY