Ilustrasi antikorupsi. Foto: KlikPositif

IDNEWS.CO.ID – AS memangkas lebih US$160 juta bantuan langsung ke Aghanistan karena menuduh negara yang dikoyak perang itu gagal memberantas korupsi.

Hanya saja, pemangkasan bantuan itu terjadi setelah Presiden Afghanistan Ashraf Ghani cecok mulut dengan Presiden AS Trump soal perundingan damai antara AS dan Taliban.

“Kami menentang orang-orang yang memanfaatkan posisi dan pengaruhnya supaya rakyat Afghanistan tidak bisa merasakan keuntungan bantuan luar negeri demi masa depan yang lebih makmur,” kata Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo dalam sebuah pernyataan. Jumat (20/9/2019) mengutip AFP.

Pompeo mengatakan AS telah menghentikan kerjasama dengan badan Afghanistan yang ditugaskan memantau korupsi, karena “badan itu terbukti tidak sanggup menjadi mitra yang baik.”

“Kami berharap pemerintah Afghanistan menunjukkan komitmennya yang jelas untuk melawan korupsi, untuk melayani rakyat dan mendapatkan kepercayaan mereka,” kata Pompeo lagi.

Kata Pompeo, AS telah menarik dana US$100 juta yang diperuntukkan bagi proyek energi yang besar, dan akan mendanai proyek itu secara langsung tanpa mengirim dana itu lewat para pejabat Afghanistan. AS juga akan menahan US$60 juta dana yang tadinya diperuntukkan membantu departemen pengadaan Afghanistan, kata Pompeo.

Presiden Trump semula berencana akan mencapai perjanjian damai dengan Taliban sebelum pemilihan Presiden di Afghanistan, guna mengakhiri perang AS paling lama, yang dimulai setelah serangan 11 September 2001 di AS.

Ashraf Ghani menyatakan keprihatinan besar tentang perjanjian damai itu, yang mensyaratkan AS akan menarik pulang ribuan pasukannya, kendati Taliban tidak mau berunding dengan pemerintahan pimpinannya yang secara resmi diakui dunia internasional. Taliban menyebut pemerintahan Ghani sebagai boneka yang ditopang AS.

Trump tadinya telah mengundang pimpinan Taliban dan Ghani ke AS untuk menuntaskan perjanjian damai itu, tapi kemudian menyatakan perundingan itu sudah gagal, karena serangan Taliban yang menewaskan satu orang tentara AS.

Anggota DPR Eliot Engel yang memimpin komite Hubungan Luar negeri DPR khawatir bahwa pemerintahan Trump agaknya tidak punya kebijaksanaan yang jelas untuk masa depan.

Barack Obama, saat menjabat presiden, juga pernah bentrok dengan pendahulu Ghani, Hamid Karzai, karena AS menuduh Afghanistan tidak berusaha memberantas korupsi, dan terlalu bergantung pada bantuan militer AS. (ndi)

LEAVE A REPLY